Menu Close

Curious Kids: kenapa jari tangan dan kaki kita berkeriput saat mandi?

Ilmuwan tidak tahu pasti apa sebabnya, tapi ada beberapa teori. Shutterstock

Kenapa jari tangan dan kaki kita berkeriput usai mandi? – Jade, hampir berusia 4 tahun.


Terima kasih untuk pertanyaannya, Jade.

Sebenarnya, kami-para ilmuwan tidak tahu pasti kenapa itu bisa terjadi. Namun, ini yang kami ketahui:

  • Itu bisa terjadi saat kita mandi lebih dari lima menit dan dapat lebih cepat jika airnya panas (sekitar 40 derajat Celsius). Di air panas, kulit di tangan dan kaki kita bisa berkeriput lebih cepat hingga 3,5 menit.
  • Ini juga terjadi pada kera.
  • Hanya area tangan dan kaki saja yang berkeriput, sisanya tidak.
Sebenarnya, ilmuwan sendiri belum yakin kenapa jari tangan dan kaki kita berkeriput di air panas. Radarsmum67/flickr, CC BY

Satu hal yang pasti, kami yakin air tidak begitu saja masuk ke jari kita dengan sendirinya. Tubuh sendiri bekerja dengan membiarkan air masuk ke beberapa lapisan pertama kulit. Ini ada hubungannya dengan sistem saraf kita. Jika kamu penasaran apa itu saraf, ia adalah jaringan “kabel” yang membantu menyampaikan pesan dari otak ke berbagai bagian tubuhmu.

Faktanya, jika kamu memotong atau merusak saraf tertentu, kulit di tangan atau kaki tidak akan mengerut saat basah.

Kami juga melihat kejadian keriput itu ada hubungannya dengan penyusutan pembuluh darah, sebuah selang kecil yang membawa darah ke seluruh tubuhmu. Vena, arteri, dan kapiler adalah tipe dari pembuluh darah.

Jadi, kami punya beberapa petunjuk bagaimana kulit berkeriput, meski belum jelas jawaban kenapa ini bisa terjadi.

Meskipun kita tidak tahu pasti “mengapa” keriput ini bisa muncul. Namun, ada beberapa teorinya. Ini berarti ilmuwan telah muncul dengan beberapa analisisnya.

Cengkeraman yang baik dalam situasi licin?

Apakah kamu pernah mengambil suatu barang yang basah lebih mudah diambil saat tanganmu mengerut?

Beberapa ilmuwan berpikir kulit yang berkeriput membuat kita lebih mudah menyentuh dan menggenggam suatu benda di air. Jari kaki yang mengerut di air juga bisa membantu kita berjalan lebih aman di area basah.

Dulu, ini bisa membantu nenek moyang kita mengambil makanan di bawah air, terutama pada air arus deras seperti yang biasa kamu lihat di sungai.

Akan tetapi, hal ini diuji peneliti lain, dan hasilnya membuktikan bahwa jari yang berkeriput sering kali tidak membantu). Sehingga, penemuan di atas bisa jadi bukan jawaban yang tepat.

Mengapa jari kita tidak selalu berkerut?

Jika ada beberapa hal baik yang bisa dilakukan dengan jari tangan dan kaki yang berkeriput, mengapa tidak keriput saja terus?

Bisa saja, tapi keriput berpotensi membuat kulit kita lebih mudah terluka atau sulit merasakan sesuatu. Lalu, jika kakimu basah dan berkeriput tiap saat, kamu bisa terkena penyakit dan kondisi yang lebih berbahaya-disebut “trench foot (kaki parit)”.

Maka, bisa jadi tangan dan kaki yang keriput bukan sesuatu yang kamu mau setiap saat.

Pertanyaanmu akan jadi sangat menarik, sebab masih jadi pertanyaan bagi ilmuwan. Mungkin saja ini akan terjawab nanti.

Mungkin bukan ide yang baik untuk selalu memiliki tangan dan kaki yang keriput. www.shuttershock.com, CC BY

Wiliam Reynold menerjemahkan dari bahasa Inggris.

This article was originally published in English

Want to write?

Write an article and join a growing community of more than 126,300 academics and researchers from 4,011 institutions.

Register now