Menu Close

Dari nikahan Atta-Aurel hingga pengaturan TikTok: mengurai masalah KPI

Dari nikahan Atta-Aurel hingga pengaturan TikTok: mengurai masalah KPI.

Menjelang hari pernikahan pesohor jagat maya Aurel Hermansyah dan Atta Halilintar awal April ini, Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) kembali menjadi sasaran hujatan sebagian kelompok masyarakat karena keputusannya memperbolehkan TV nasional untuk menyalahgunakan frekuensi publik dengan menyiarkan prosesi pernikahan tersebut selama berjam-jam.

KPI seperti tidak belajar dari kesalahan yang sama sebelumnya saat membiarkan stasiun TV nasional untuk terus-menerus memutar acara pernikahan selebritis lainnya.

Lembaga ini juga menjadi bahan perdebatan publik beberapa waktu lalu terkait rencananya untuk mengatur Podcast dan TikTok, setelah sebelumnya ada wacana untuk meregulasi YouTube dan Netflix juga.

Dua isu tersebut yang membawa episode SuarAkademia kali ini untuk membahas kiprah KPI selama ini bersama Justito Adiprasetio, dosen Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Padjajaran, Bandung, Jawa Barat dan juga anggota Koalisi Nasional Reformasi Penyiaran (KNPR).

Menurut Justito, buruknya kinerja KPI hanyalah puncak gunung es dari kekacauan sistem penyiaran di Indonesia. Apa akar masalahnya dan bagaimana kita bisa menyelesaikannya?

Simak obrolan ini lebih lanjut dalam episode terbaru SuarAkademia – ngobrol seru isu terkini, bareng akademisi.

Want to write?

Write an article and join a growing community of more than 125,100 academics and researchers from 3,983 institutions.

Register now