Enam langkah mengubah kamar Anda terasa seperti rumah dengan biaya murah

Hubungi pemilik tempat Anda untuk mengetahui apakah Anda diizinkan untuk mengecat dindingnya–dan tawarkan untuk mengecatnya kembali ke warna semula ketika Anda pindah. www.shutterstock.com

Enam langkah mengubah kamar Anda terasa seperti rumah dengan biaya murah

Dengan prospek kepemilikan rumah yang hanya sebatas angan bagi kebanyakan milenial, banyak dari mereka yang memilih menyewa kamar kos, atau menyewa kamar di apartemen bersama teman atau tinggal di asrama mahasiswa. Walau tinggal di kamar sewaan biasanya tidak lama karena masa sewanya yang singkat, penelitian menunjukkan bahwa lingkungan rumah yang buruk dapat menjadi pemicu stres–dan tentu para milenial tidak menginginkan itu ketika belajar atau sedang memulai pekerjaan baru.

Untungnya, sebagai penata interior dan dosen ilmu tekstil yang berpengalaman, saya dapat meyakinkan Anda bahwa ada segala hal fantastis yang bisa dilakukan untuk membuat kamar terasa seperti rumah–dan Anda tidak perlu mengeluarkan banyak biaya untuk melakukannya. Hal pertama: pilihlah “tema warna” dan coba untuk konsisten terhadap tema warna yang sudah dipilih. Cara yang tepat untuk memulainya yaitu dengan memilih tiga warna.

Warna pertama berperan sebagai warna utama, mencakup sekitar 60% dari ruangan, sementara warna kedua berperan sebagai warna pelengkap, mencakup 30% dan yang ketiga adalah aksen, hanya mencakup 10% dari ruangan.

Setelah Anda telah menetapkan pilihan warna Anda, Anda harus mulai memikirkan objek-objek lain yang ada di kamar dan bagaimana mereka berinteraksi satu sama lain. Terapkan proporsi warna Anda pada objek-objek tersebut, pikirkan berapa banyak ruang yang dapat digunakan oleh elemen-elemen yang berbeda.

Langkah pertama - pengecatan (jika diizinkan)

Dinding mengisi sebagian besar proporsi kamar Anda dan berperan sebagai latar belakang, jadi warna-warna yang ada dapat membuat perbedaan yang besar. Hubungi pemilik tempat Anda untuk mengetahui apakah Anda diizinkan untuk mengecat dindingnya–dan tawarkan untuk mengecatnya kembali ke warna semula ketika Anda pindah.

Warna dapat membantu menyampaikan suasana hati, jadi pikirkan baik-baik cat apa yang akan digunakan. Apakah Anda ingin kamar Anda terasa hidup? Pilihlah warna terang seperti kuning, merah muda, atau biru. Apa Anda ingin kamar Anda terasa lebih tenang? Pilihlah warna-warna halus.


Read more: Bekerja dari rumah ternyata membawa dampak buruk bagi para pekerja


Bongkarlah garasi orang tua Anda untuk mendapatkan cat-cat yang sudah tidak dipakai dan campur cat-cat tersebut agar menghasilkan warna sesuai keinginan Anda. Anda bahkan dapat mengecat satu bagian dinding saja jika tidak punya cat yang cukup untuk seluruh kamar.

Jika Anda berniat membeli cat baru, belilah cat dengan merek yang sama, karena harganya jauh lebih murah. Tetapi sebelum membeli, perhatikan katalog warna yang tersedia untuk menentukan apakah warna-warna tersebut cocok dengan keinginan Anda.

Langkah kedua - ganti sprei

Sprei menutupi area permukaan yang cukup besar, sehingga desain dan warnanya benar-benar dapat mempengaruhi ruangan. Jika Anda tidak mengecat dinding Anda, inilah saatnya menambahkan warna primer Anda. Jika anggaran Anda tidak cukup untuk sprei baru, berikut cara untuk mengkreasikan atau membuat sprei Anda sendiri:

  • Celupkan sprei yang ada dengan warna pelengkap menggunakan pewarna kain dari supermarket.
  • Warnai sprei menggunakan satu dari banyak teknik Shibori dengan pewarna kain supermarket.
  • Gunakan pulpen khusus kain untuk membuat desain Anda sendiri
  • Beli beberapa potong sprei lama dari pasar barang bekas dan jahitlah bersamaan agar tampak seperti selimut.
Kamu tidak pernah kelebihan bantal. Shutterstock.

Langkah ketiga - tambahkan perabotan empuk

Tambahkan beberapa bantal dengan warna pelengkap dan aksen untuk disebar di tempat tidur. Belilah bantal polos dari toko barang bekas atau pasar dan tambahkan hiasan dan desain Anda sendiri. Anda dapat menggunakan teknik celup, cat kain, pulpen khusus kain, pompom atau jumbai.

Langkah keempat - pajang gambar

Jika Anda punya foto untuk dipajang, toko barang bekas biasanya menjual pigura dengan harga miring dan bisa Anda cat dengan warna-warna yang berbeda menggunakan cat sampel dari toko perkakas. Daripada menelusuri media sosial untuk melihat foto keluarga dan teman Anda–yang terkadang malah membuat Anda semakin kesepian, Anda dapat menjepit foto-foto tersebut di untaian lampu kelap kelip atau bendera.

Seni warna-warni. Crazyoctopus/Flickr., CC BY-ND

Jika Anda tidak memiliki karya seni apa pun, tetapi menginginkan sesuatu yang berwarna-warni untuk dinding, ambillah sampel cat gratis di toko perkakas dan tempelkan pada selembar kertas. Perhatikan warna-warna yang Anda satukan–apakah Anda ingin membuat tema warna, atau Anda menginginkan efek pelangi?

Langkah kelima - atur pencahayaan

Pencahayaan amat penting untuk mempengaruhi rasa dan suasana sebuah ruangan. Anda dapat menciptakan kehangatan di kamar Anda dengan lampu lantai dan lampu meja yang bisa dinyalakan di malam hari ketimbang menggunakan lampu utama. Hal ini membantu menciptakan pojok kamar yang nyaman dan perasaan santai yang tidak dihasilkan oleh lampu yang dipasang di atas.

Langkah keenam – buku dan tanaman

Buku dan tanaman merupakan sentuhan akhir. Anda dapat menyusun buku-buku Anda sesuai warna untuk menciptakan warna efek pelangi yang cantik (Desainnya akan terlihat sangat bergaya dan penuh warna). Tanaman juga membawa sedikit kehidupan di dalam ruangan, sementara dedaunan hijau terlihat sangat kekinian. Tumbuhan juga menyerap karbon dioksida dan melepaskan oksigen, dan memiliki kapasitas untuk mengurangi polusi udara dalam ruangan. Ada juga bukti yang menunjukkan bahwa tanaman dalam ruangan dapat mengurangi tekanan pada tubuh dan pikiran juga dapat memperbaiki suasana hati Anda.

Semoga dengan ini Anda terinspirasi menciptakan ruangan yang hidup dan menenangkan untuk melepas lelah di penghujung hari yang sibuk. Anggap saja kamar Anda sebagai lukisan penuh warna yang dapat Anda singgahi.


Artikel ini diterjemahkan dari bahasa Inggris oleh Reza Pahlevi

This article was originally published in English