Para aktivis iklim dari grup Ende Gelaende, pertambangan batubara Hambach, di Jerman. Phillip Guelland/EPA

Krisis iklim: Enam langkah mengakhiri penggunaan bahan bakar fosil

Gerakan anak muda yang menyerukan “perubahan sistem bukan perubahan iklim” memperlihatkan pemahaman mereka bahwa kenaikan suhu Bumi sebesar 3-4℃ akan berbahaya, memakan banyak biaya, serta merusak, ketimbang biaya jangka pendek atau ketidaknyamanan yang mungkin manusia hadapi ketika mengambil aksi pencegahan yang drastis.

Namun, membahas perubahan sistem, mulai dari siapa, apa, kapan, di mana dan bagaimana, bisa sangat merepotkan. Bagaimana kita bisa mengubah kebiasaan masyarakat yang sudah menggunakan bahan bakar fosil yang berlangsung selama beberapa dekade?

Jawaban dari pertanyaan tersebut adalah: menyampaikan hal-hal yang kita inginkan kepada pemerintah dengan pintar.

Perubahan sistem tidak perlu menjadi hal yang menakutkan atau menyulitkan secara politik. Kita hanya perlu fokus untuk menyampaikan poin-poin penting yang akan membantu manusia mengganti teknologi bahan bakar fosil dengan cepat.

Berikut adalah 6 langkah untuk mencapai hal tersebut:

1. Berhenti menghabiskan energi

Kita bisa mengaliri listrik planet Bumi dua kali lipat dengan energi dari pembakaran bahan bakar fosil sehari-hari.

Pembangkit listrik tenaga gas paling modern pun masih menyia-nyiakan 40% gas dari bahan baku yang mereka bakar. Desain sistem transportasi, gedung-gedung, dan alat-alat elektronik konvensional yang buruk juga menghamburkan banyak energi.

Namun, sangat mungkin untuk memangkas energi yang terbuang secara drastis, sekaligus konsumsi energi global, dalam beberapa dekade.

Sekitar 70% dari konsumsi energi global masih belum memiliki standar efisiensi, sementara ada peluang untuk pengaturan efisiensi energi secara lebih efektif.

Peralihan dari energi panas ke energi terbarukan bisa menghilangkan jumlah gas yang berakhir hanya sebagai panas yang terbuang.

Kita juga bisa merancang ulang gedung untuk menangkap dan menghemat energi, berpindah ke transportasi publik, dan berinvestasi pada siklus ekonomi yang mendukung efisiensi energi.

Permintaan listrik meningkat pesat saat kita mengganti bahan bakar fosil sehingga kita perlu berhati-hati agar tidak membuangnya. Riccardo Annandale/Unsplash, CC BY-SA

Kedua langkah tersebut sangat berkaitan. Semakin banyak pengurangan konsumsi energi konvensional, maka semakin cepat sistem energi terbarukan bisa mengisi kekosongan tersebut.

Hal ini membantu satu miliar orang yang belum terjangkau jaringan listrik, hampir tiga miliar penduduk masih memasak dengan kayu dan kotoran ternak, serta dua miliar penduduk yang diprediksi akan bertambah pada tahun 2050.

2. Pajak emisi gas rumah kaca

Kita membuang energi karena murah. Harga menjadi dasar perubahan perilaku dan keputusan investasi.

Kita perlu menaikkan harga bahan bakar fosil yang dibayarkan oleh para pencemar. Pemerintah bisa mengenalkan pajak 100 dollar AS per ton CO₂, yang kami rasa sangat penting untuk membatasi pemanasan global Bumi tetap berada di bawah batas berbahaya.

Pembebanan pajak tersebut, ditambah dengan penghapusan subsidi bahan bakar fosil, bisa menghemat triliunan dolar untuk pemerintah alokasikan ke kegiatan lainnya.

Contohnya, peningkatan efisiensi energi, pengembangan energi terbarukan, dan restorasi habitat alami.

3. Transportasi umum gratis

Budaya menggunakan mobil pribadi, bahkan yang elektrik sekalipun, memiliki dampak buruk terhadap kehidupan manusia serta planet.

Kita bisa mengubah pola penggunaan transportasi demi generasi mendatang, antara lain mengampanyekan bebas biaya bagi transportasi umum, serta investasi besar-besaran untuk pembangunan jalur pejalan kaki dan lajur sepeda yang aman.

Selanjutnya, kita juga perlu menurunkan frekuensi terbang. Penerbangan dari London ke New York dengan kelas bisnis menghasilkan emisi yang setara dengan pola makan seorang flexitarian (diet yang seimbang antara nabati dengan hewani) dalam 1 tahun.

Terbang haruslah menjadi pilihan terakhir dan investasi harus dilakukan untuk mencari cara lain menghubungkan manusia dan tempat.

Sudah banyak orang yang melakukan hal ini. Hanya 1% orang di Inggris menggunakan 20% penerbangan antar negara – sehingga kita bisa menekan pemerintah untuk menambahkan retribusi tambahan bagi mereka yang sering terbang dan memastikan bahwa mereka bertanggung jawab atas polusi yang dihasilkan.

4. Tinggalkan perdagangan barang murah

Sebagian besar dari barang yang kita beli sebenarnya tidak kita butuhkan. Banyak pakaian terbuat dari bahan yang sangat tipis dan hanya bertahan beberapa bulan, sementara barang elektronik seringkali dirancang untuk rusak setelah pemakaian beberapa tahun.

Seberapa sering hal ini terjadi kepada Anda? icedmocha/Shutterstock

Produk berkualitas rendah tersebut membuang energi dan menghasilkan karbon, serta menjadi pencemar di lingkungan saat kita buang.

Kita membutuhkan kebijakan baru yang kuat berdasarkan kepada analisis siklus kehidupan yang mencegah berbagai perusahaan menjual barang-barang tak bermutu dengan dalih profit. Lebih lagi, kita sebenarnya tidak membutuhkan sebagian barang dengan harga promosi.

Walaupun pemerintah berkewajiban untuk mempraktikkan perubahan sistem, dan perusahaan masih menjadi polutan terbesar, masyarakat memiliki kekuatan, bahkan di luar dari pemilu atau protes ke jalan.

Sama halnya dengan pemerintah harus bisa mengatur sistem periklanan, kita harus bisa menghentikan kebiasaan konsumtif.

5. Diet planet, hijaukan kembali lahan

Industri hewan ternak berkontribusi menghasilkan 15% dari emisi global.

Peternakan juga terhitung boros lahan. Industri daging, akuakultur, telur, dan produk susu menggunakan 83% dari lahan peternakan dunia, sementara suplai hanya 37% kebutuhan protein dan 18% kebutuhan kalori manusia.

Untuk menyelesaikan masalah ini serta mengurangi level emisi, kita bisa mengganti pola makan menjadi kaya akan sayur dan serat dengan daging menjadi suguhan sesekali. Pajak karbon bisa diarahkan ke industri peternakan untuk membantu peternak bertransisi di tengah penurunan industri ternak skala global.

Sebagai contoh, kita bisa subsidi peternak untuk membantu menghijaukan kembali lahan ternak mereka, yang akan menjadi carbon sink (penyerap karbon) baru dan membantu pemulihan kehidupan liar.

6. Tetap menagih adanya sistem politik-ekonomi yang baru

Kita perlu mengingatkan para pemimpin politik untuk membuat keputusan-keputusan berani.

Selain itu, kita harus menuntut hal spesifik dari para pemimpin politik, dan mengonsentrasikan energi kepada mereka yang mau untuk membuat perubahan besar. Kita harus jelas dalam tuntutan, yaitu sistem politik dan ekonomi yang rendah emisi karbon yang menghilangkan penggunaan bahan bakar fosil dan menggunakan energi terbarukan di masa depan.

Stefanus Agustino Sitor menerjemahkan artikel ini dari bahasa Inggris


Dapatkan kumpulan berita lingkungan hidup yang perlu Anda tahu dalam sepekan. Daftar di sini.

This article was originally published in English

Want to write?

Write an article and join a growing community of more than 95,600 academics and researchers from 3,110 institutions.

Register now