Mengingat kenangan indah dapat kurangi risiko depresi di kalangan remaja

shutterstock. www.shutterstock.com

Penelitian terbaru menunjukkan kenangan yang indah dapat mengurangi risiko depresi pada remaja yang memiliki masa kecil yang sulit.

Depresi sering muncul saat masa remaja. Banyak masalah kesehatan jiwa berhubungan dengan kenangan buruk di masa lalu, seperti kemiskinan, orang tua dengan masalah kesehatan jiwa, pengalaman dirisak, diabaikan, dan dilecehkan. Penyakit jiwa pada remaja sering muncul lebih cepat pada mereka yang memiliki pengalaman buruk dan ini lebih sulit diobati. Penting bagi kita untuk memahami bagaimana mengurangi kerentanan kita sebelum depresi menghampiri.

Kenangan indah

Kenangan sangat penting bagi kesadaran diri, pengambilan keputusan, dan kesehatan jiwa kita. Kita menghabiskan banyak waktu merenungkan kejadian masa lalu dan merencanakan hari-hari esok. Beberapa ahli berpendapat berpikir seperti itu terus menerus membuat kita tidak bahagia, tapi ada juga penelitian yang menunjukkan mengenang memori bahagia dapat meningkatkan perasaan positif dan meredam pelepasan hormon penyebab stres setelah kejadian yang menyesakkan.

Saya bersama kolega saya, (Adrian Dahl Askelund), ingin tahu apakah mengingat kenangan indah dapat melindungi kita dari stres. Untuk mencari jawaban, kami mengukur hormon stres, suasana hati, dan pemikiran negatif pada 427 remaja berumur 14 tahun yang punya risiko depresi karena pengalaman buruk masa kecil.

Hasil penelitian kami, diterbitkan di Nature Human Behaviour, menunjukkan orang-orang yang mengingat kenangan positif yang spesifik (hari ulang tahun ke-13 yang menyenangkan, misalnya) ketika diteliti memiliki pemikiran negatif lebih sedikit tentang diri mereka dan setahun berikutnya tingkat hormon stres kortisol menurun. Hal ini menunjukkan bahwa melatih remaja untuk mengingat kenangan positif yang spesifik dapat mengurangi risiko depresi.

Menariknya, mengingat kenangan positif yang spesifik mengurangi pemikiran negatif dan gejala depresi bagi orang yang mengalami setidaknya satu peristiwa menyedihkan dalam 12 bulan masa penelitian kami. Namun, mengingat kenangan positif tidak mempengaruhi pemikiran negatif dan gejala depresi bagi orang yang tidak mengalami kejadian negatif sama sekali.

Temuan kami menunjukkan mengingat kenangan positif yang spesifik dapat meningkatkan ketahanan kesehatan jiwa, terutama terhadap rasa stres yang dialami oleh remaja dengan risiko depresi. Sebagai contoh, mengingat kenangan indah ketika hal yang buruk terjadi dapat melindungi diri kita dari pikiran-pikiran negatif. Hal ini, nantinya, mengurangi gejala depresi.

Terapi perilaku Kognitif

Penemuan kami dapat digunakan untuk mengembangkan metode baru untuk mencegah depresi di kalangan remaja dan meningkatkan efektivitas penanganan. Satu kemungkinan adalah melatih remaja dengan pengalaman masa kecil yang buruk untuk mengingat kenangan yang indah. Hal tersebut dapat membantu mencegah penyakit mental pada remaja.

Satu kebiasaan yang semakin populer yang dapat membantu mengingat kenangan positif adalah menulis jurnal. Walaupun ini masih harus diteliti lebih lanjut, menulis kejadian positif maupun negatif yang terjadi dan mengingat bagaimana kejadian-kejadian tersebut mempengaruhi suasana hati dan pikiran Anda mungkin bermanfaat. Namun, bagi orang yang sedang mengalami depresi klini ini mungkin kurang efektif. Mengingat ini, temuan kami mungkin lebih cocok untuk kasus-kasus yang sudah menjalani perawatan, untuk mungkin meningkatkan dampaknya.

Menulis kenangan bahagia dapat bermanfaat bagi kesehatan mental ada. kryzhov/Shutterstock

Beberapa orang dengan depresi klinis mungkin kesulitan mengingat peristiwa positif yang spesifik. Untuk orang-orang dengan kasus seperti ini, melatih mengingat kenangan positif mungkin akan lebih efektif jika dikombinasikan dengan perawatan yang sudah ada, seperti terapi perilaku kognitif.

Dalam terapi tersebut, pasien dilatih menggunakan teknik untuk mengurangi pikiran negatif. Penelitian kami menunjukkan kemampuan kita untuk mengingat peristiwa positif masa lalu (“hari itu aku dapat nilai matematika yang tinggi”) dapat menyangkal pikiran negatif (“aku bodoh”).

Penelitian selanjutnya harus menyelidiki apakah kemampuan untuk mengingat kenangan positif dapat dilatih dan apakah hal ini dapat meningkatkan hasil terapi untuk remaja yang rentan depresi.


Artikel diterjemahkan dari bahasa Inggris oleh Reza Pahlevi

This article was originally published in English