Sina Schuldt/DPA

Riset: Maskapai penerbangan masih belum cukup berkontribusi menurunkan dampak krisis iklim

Jika Anda merupakan seorang wisatawan yang peduli tentang menurunkan jejak karbon, apakah ada maskapai tertentu yang lebih baik dari yang lain bagi Anda?

Beberapa maskapai penerbangan dunia sudah mengumumkan rencana untuk menjadi “karbon netral”. Sementara itu, beberapa maskapai lain tengah mengembangkan bahan bakar aviasi terbaru. Pertanyaannya, apakah inisiatif untuk iklim semacam ini berdampak signifikan?

Ini adalah pertanyaan kami satu tahun lalu, yang kemudian coba kami jawab dengan manganalisis 58 maskapai terbesar dunia, mencakup 70% dari total available seat-kilometres (total kapasitas penumpang penerbangan dari sebuah maskapai penerbangan dalam kilometer), terkait dengan pemenuhan janji mereka dalam menurunkan dampak iklim.

Kabar baiknya, beberapa maskapai sudah mengambil langkah-langkah positif. Kabar buruknya? Jika kita membandingkan apa yang sudah mereka lakukan dengan tingkat emisi penerbangan yang masih tinggi, bahkan langkah dari maskapai terbaik pun masih belum cukup.

Qantas telah berjanji akan emisi nol karbon pada tahun 2050. Lukas Coch/AAP

Penambahan penerbangan efisien masih tetap meningkatkan emisi

Penelitian kami menemukan, tiga per empat dari maskapai-maskapai penerbangan terbesar dunia sudah menunjukkan peningkatan efisiensi karbon – yang dihitung melalui emisi karbon dioksida per kursi penumpang. Tapi, tidak sama dengan menurunkan emisi seluruhnya.

Salah satu contoh, maskapai penerbangan Spanyol, yang menurunkan emisi per kursi hingga 6% pada tahun 2017, namun angka emisi total mereka naik hingga 7%.



Pada tahun 2018, jika kita bandingkan dengan tahun 2017, dampak keseluruhan untuk iklim oleh 58 maskapai penerbangan terbesar dunia hanya meningkat 1%.

Angka ini meleset dari target peningkatan 1,5% untuk efisiensi. Peningkatan tersebut juga belum seberapa dibanding kenaikan emisi per tahun senilai 5,2% dari industri penerbangan.

Hal ini semakin terlihat jika merujuk pada data tahun 2014. Pada tahun tersebut, industri penerbangan dunia menghasilkan 733 juta ton CO2. Turunnya harga tiket pesawat dan semakin banyak orang yang ingin terbang juga berkontribusi meningkatkan 23% emisi dari industri penerbangan hanya dalam waktu 5 tahun.

Apa yang sebenarnya maskapai penerbangan lakukan?

Maskapai telah melakukan inisiatif iklim di 22 bidang, terutama pembaharuan pesawat, efisiensi mesin, peringanan beban pesawat, dan optimalisasi rute penerbangan.

Beberapa contoh dalam penelitian kami:

  • Singapore Airlines memodifikasi mesin Trent 900 pada pesawat A380 mereka. Modifikasi ini menurunkan 26.326 ton emisi karbon setara dengan 0,24% emisi tahunan mereka;
  • KLM untuk meringankan beban penerbangan menurunkan 13.500 ton emisi karbon setara dengan 0,05% emisi KLM.
  • Etihad melaporkan penurunan 17.000 emisi karbon sebagai hasil usaha mereka dalam mengefektifkan rencana penerbangan atau 0,16% emisi mereka.


Kami juga menganalisa 19 dari 58 maskapai penerbangan yang berinvestasi dalam pengembangan bahan bakar alternatif. Sayangnya, skala riset, program penelitian dan pengembangan, dan penggunaan bahan bakar alternatif ini masih sangat rendah.

Sebagai contoh, untuk memperingati Hari Bumi 2018 maskapai Air Canada mengumumkan keberhasilan mereka menurunkan 160 ton emisi dengan mencampur 230.000 liter bahan bakar “biojet” untuk 22 rute penerbangan domestik. Seberapa banyak bahan bakar? Ternyata, jumlah tersebut pun tidak cukup untuk menutupi kebutuhan 300.000 liter bahan bakar dari sebuah pesawat A380.

Janji untuk karbon netral

Walau langkah ini tidak akan pernah mudah, Qantas setidaknya sudah memulai dengan memberikan laporan dampak iklim yang lebih baik. Qantas merupakan satu dari 8 maskapai penerbangan yang mencoba menurunkan risiko karbon melalui proses dari Kelompok Kerja untuk Pengungkapan Finansial terkait Iklim (Task Force on Climate related Financial Disclosure).

Hampir setengah dari maskapai penerbangan besar dunia telah mencoba melakukan kompensasi karbon (carbon offsetting), namun hanya 13 yang menyediakan informasi terkait dampak dari kegiatan ini. Salah satu dari 13 maskapai ini adalah Air New Zealand, dengan program FlyNeutral untuk membantu restorasi hutan di Selandia Baru.

Kurangnya data yang lebih detail terkait kompensasi karbon membuat integritas maskapai patut dipertanyakan.

Dan, bahkan jika bisa dikelola dengan baik, kompensasi karbon hanya menghindari kenyataan bahwa kita tidak bisa menurunkan emisi karbon dengan cepat saat ini.


Read more: Krisis iklim merusak banyak kesukaan kita. Ini 9 di antaranya


Apa yang maskapai penerbangan dan pemerintah perlu lakukan

Penelitian kami menunjukkan bahwa upaya maskapai penerbangan besar terkait krisis iklim yang sudah dicapai masih belum cukup. Untuk menurunkan emisi sektor aviasi, ada tiga perubahan besar yang sangat kita butuhkan.

  1. Semua maskapai penerbangan perlu menerapkan 22 skema yang kami tawarkan dalam laporan kami untuk mencapai efisiensi penerbangan.

  2. Industri penerbangan membutuhkan lebih banyak penelitian untuk mengembangkan bahan bakar alternatif yang mampu dan nyata menurunkan emisi. Sejauh pemahaman kami, bahan bakar nabati bukanlah solusi. E-fuels, bahan bakar fluid turunan dari karbon dioksida dan hidrogen, mungkin menjadi solusi namun dengan harga tinggi.

  3. Pemerintah dapat – seperti beberapa negara Eropa – mengenalkan pajak karbon dan investasi alternatif rendah karbon. Pemerintah juga bisa memberikan insentif untuk mengembangkan bahan bakar baru dan infrastruktur alternatif, seperti kereta atau pesawat listrik untuk perjalanan berjarak dekat.


Read more: Sering terbang, selebritas seperti Bill Gates dan Paris Hilton menyumbang emisi karbon 10.000 kali lipat orang biasa


Cara kita berkontribusi

Penelitian kami dipublikasikan tahun lalu di tengah acara Pertemuan Perjalanan dan Turisme Dunia (World Travel and Tourism Council), sebuah acara yang berhubungan dengan pertemuan iklim Madrid.

Seperti yang kita tahu, Greta Thunberg pun lebih memilih untuk berlayar dibandingkan terbang untuk datang ke acara ini.

Para pelancong dengan pendapatan tinggi dari berbagai penjuru dunia pun sebenarnya berkontribusi meningkatkan emisi sektor penerbangan.



Ini menjadi peluang bagi kita, yang memiliki kesempatan untuk terbang, baik dalam rangka bisnis atau wisata, untuk berperan aktif, dengan:

  1. menurunkan frekuensi penerbangan (sepenuhnya, atau terbang lebih jarang)
  2. kompensasi karbon
  3. untuk perjalanan penting, hanya terbang dengan maskapai yang berkomitmen menurunkan emisi

Untuk benar-benar menghasilkan dampak signifikan, kita butuh lebih banyak orang untuk melakukan ketiga langkah tersebut.


Stefanus Agustino Sitor menerjemahkan artikel ini dari Bahasa Inggris


Dapatkan kumpulan berita lingkungan hidup yang perlu Anda tahu dalam sepekan. Daftar di sini.

This article was originally published in English

Want to write?

Write an article and join a growing community of more than 110,900 academics and researchers from 3,639 institutions.

Register now