Diagnosis digital: meramal penyakit dengan gawai

Belum banyak tenaga kesehatan yang menggunakan data ponsel untuk membuat keputusan medis. www.shutterstock.com

Diagnosis digital: meramal penyakit dengan gawai

Bagaimana jika Anda dapat meramalkan penyakit, bahkan sebelum ada gejalanya? Gawai dan data digital Anda mungkin dapat membantu.

Apabila Anda membawa gawai ke mana pun Anda pergi, kemungkinan besar data diri dan kebiasaan Anda sudah terekam. Sandangan (wearables) yang Anda pakai juga dapat merekam berbagai data kebugaran badan. Saat semua data tersebut dikumpulkan, Anda bisa mendapatkan suatu fenotipe digital–suatu gambaran komprehensif mengenai kesehatan Anda, layaknya suatu jigsaw puzzle digital.

Jika hasil rekaman tersebut disusun bersama dengan data dari evaluasi klinis, seperti tes darah atau pencitraan diagnostik, informasi yang didapatkan dapat membantu para tenaga kesehatan menentukan bentuk perawatan yang baik bagi calon pasien. Telah ditemukan semakin banyak bukti yang mendukung manfaat penggunaan data daring untuk mendeteksi penyakit secara digital, memprediksi bunuh diri, wabah influenza atau kasus-kasus HIV baru.


Read more: Terapi online berpotensi menurunkan tingkat depresi


Apa yang perangkat digital Anda ketahui tentang Anda?

Saat bangun dari tempat tidur, gawai Anda merekam jam Anda bangun dan kemungkinan juga berapa lama serta kualitas tidur Anda. Jika Anda pergi kerja, alat tersebut juga dapat merekam perjalanan Anda–termasuk jumlah waktu yang Anda habiskan berdiri atau duduk–melalui GPS dan data geografis.

Gawai Anda juga mencatat aktivitas fisik Anda sepanjang hari–seperti jarak Anda berjalan atau memanjat, waktu berdiri dan perkiraan olahraga serta energi yang dikeluarkan–melalui akselerometer.

Anda bisa mengakses rekam medis, data diet dan berat badan melalui suatu aplikasi dan timbangan pintar. Irama dan detak jantung Anda bisa direkam melalui sandangan arloji pintar. Penggunaan perangkat digital, termasuk waktu yang Anda habiskan mengamati layar dan sejarah peramban (penelusuran web) Anda, direkam oleh gawai atau berbagai aplikasi yang telah diunduh.

Bagaimana informasi ini bisa berguna?

Ambillah contoh penyakit gagal jantungbkronis. Sejumlah 480.000 warga Australia diperkirakan hidup dengan penyakit yang lazim diderita oleh orang dewasa berusia lanjut ini. Umumnya, para individu dengan kegagalan jantung kronis juga memiliki berbagai permasalahan kesehatan lain.

Meskipun gagal jantung adalah kondisi yang memburuk dengan waktu dan dapat menyebabkan kematian, seringkali terdapat beberapa gejala yang mendahului periode pemburukan, contohnya, pembengkakan di kaki atau pergelangan kaki (oedema), sesak napas (dyspnoea), rasa letih dan kapasitas olahraga yang menurun.


Read more: Bagaimana teknologi bisa membantu perawatan pasien


Jika seseorang yang menderita gagal jantung dipantau lewat gawai, data yang terekam dapat mencatat gangguan pada pola tidur, penurunan aktivitas fisik, perubahan berat badan dan tanda vital, seperti irama jantung, yang tidak teratur. Perubahan dalam fungsi keseharian seseorang dapat menunjukkan memburuknya kondisi yang seharusnya mendorongnya untuk mengunjungi tenaga kesehatan atau rumah sakit.

Lebih jauh lagi, perubahan yang telah terdeteksi bahkan dapat mengirimkan tanda kepada tenaga kesehatan mereka agar mereka dapat melakukan pemeriksaan klinis dan intervensi dengan tepat waktu. Ini tidak hanya dapat memotong biaya kesehatan secara signifikan, namun juga bisa memperbaiki pengelolaan gejala dan kemerosotan kondisi kesehatan yang tidak diinginkan.

Apakah para tenaga kesehatan menggunakan informasi ini?

Populasi global secara umum hidup lebih lama dengan berbagai kondisi kesehatan kronis. Namun, tenaga kesehatan yang menggunakan fenotipe digital pasien untuk memperkaya keputusan klinis mereka hanya sedikit.

Informasi dan pendidikan mengenai cara untuk mengakses dan menerapkan data tersebut secara rutin di klinik belum banyak. Protokol, prosedur dan platform untuk mengumpulkan, menganalisis dan mengintegrasikan data yang terkumpul ke dalam rekam medis juga belum umum dipraktikkan.

Beberapa bentuk pemantauan kesehatan jarak jauh sudah tersedia. Contohnya, sistem kesehatan dan pengawasan kesehatan jarak jauh memungkinkan tenaga kesehatan untuk memberikan pelayanan jarak jauh melalui telepon atau platform berbasis internet. Namun penggunaannya dalam perawatan klinis rutin cenderung lamban–mungkin karena pemakaiannya mengharuskan pasien dan tenaga kesehatan untuk memasukkan data secara manual. Hal ini berbeda dengan perekaman data secara pasif oleh gawai atau sandangan.

Garis depan perawatan kesehatan yang baru

Kita sangat membutuhkan model perawatan kesehatan inovatif yang mendukung pemantauan pasien dengan penyakit kronis, serta deteksi dini gejala penyakit. Ini artinya sistem pengiriman dan penerimaan data dari pasien dan tenaga kesehatan harus dibuat. Pengumpulan data secara pasif melalui gawai atau sandangan memungkinkan memantau kesehatan dengan harga terjangkau, suatu solusi yang tidak membebani penyedia jasa atau pasien untuk pengunggahan data.

Bentuk-bentuk teknologi yang baru ini harus ditanamkan dalam data kesehatan dan sistem rekam medis elektronik yang sudah ada. Namun teknologi ini menyajikan serangkaian tantangan dalam bidang klinis, hukum, etis, maupun sistem kesehatan.

Para pasien harus memberikan persetujuan kepada tenaga kesehatan untuk mengakses dan menggunakan data digital pribadi mereka dalam perawatan kesehatan. Keamanan data harus terjamin sepanjang proses yang berlangsung. Kita juga tidak dapat mengabaikan pentingnya pertemuan tatap muka langsung antara pasien dan tenaga kesehatan.

Data pemantauan sendiri tidak dapat meningkatkan kualitas hasil perawatan, namun data tersebut dapat digunakan untuk mengidentifikasi kondisi pasien sehingga memungkinkan pemeriksaan dan intervensi klinis yang tepat waktu.


Diterjemahkan oleh Rizkina Aliya dari bahasa Inggris.

This article was originally published in English