Menu

Artikel-artikel mengenai sains terbuka

Menampilkan semua artikel

Dengan data genom publik, sebuah tim di Berlin menyempurnakan mekanisme diagnosis untuk mendeteksi 2019-nCoV lebih dari seminggu sebelum kasus pertama coronavirus di Jerman. Shutterstock

Sains terbuka mendorong riset global untuk hadapi coronavirus: mengapa peran Indonesia minim?

Penelitian garda depan untuk coronavirus Wuhan didominasi oleh institusi riset di Cina, Amerika Serikat, Jepang, dan berbagai laboratorium di Eropa - nampaknya tidak ada yang berasal dari Indonesia.
Sekitar 90% hasil penelitian di jurnal ilmiah memiliki hasil yang positif (membuktikan hipotesis). Bias tersebut telah mendorong banyak peneliti untuk melakukan praktek-praktek yang ‘nakal’ supaya risetnya lebih mudah dipublikasikan. Shutterstock

Tiga hal yang bisa dilakukan komunitas akademik untuk mencegah peneliti ‘nakal’

Iklim penelitian yang kompetitif dan tidak sehat telah mendorong banyak peneliti untuk melakukan kebohongan supaya risetnya banyak dipublikasikan di jurnal. Bagaimana cara mematahkan tren tersebut?

Kontributor teratas

Lebih banyak