Petahana Joko Widodo (kiri) bersalaman dengan penantang Prabowo Subianto dalam Debat Calon Presiden, 17 Februari 2019. EPA/Adi Weda

Jawaban dua capres kurang substantif, tapi Jokowi lebih kuat dalam debat kedua: respons akademisi

Peneliti memeriksa Paus sperma yang terdampar tewas di pantai Pulau Kapota Wakatobi, 20 November 2018. Di perut paus sepanjang hampir 10 meter itu ditemukan sampah plastik sekitar 6 kilogram. WWF/ EPA

Perut paus sperma penuh plastik di Wakatobi: lima langkah kurangi ancaman mikroplastik di laut Indonesia

Memang tidak ada cara tunggal yang ampuh untuk menyelesaikan secara menyeluruh masalah sampah plastik ini. Karenanya, dibutuhkan peran aktif banyak pihak.
Ikan badut. Ikan kecil yang hidup bersimbiosis dengan anemon laut ini, mudah dikenali berkat warna tubuhnya yang jingga terang dengan garis-garis putih lebar. Ritkis/Wikimedia Commons

Teka-teki mengapa badan Nemo, sang ikan badut, bergaris tiga terpecahkan

Anak-anak kita pasti kenal dengan Nemo si ikan badut bintang film Pixar. Tapi kenapa Nemo memiliki tiga garis, bukan satu atau dua? Biologi perkembangan dan evolusi mengungkapkan jawabannya.
Orang utan Sumatra jantan di Taman Nasional Gunung Leuser, Sumatra. Don Mammoser/Shutterstock

Orang utan telah beradaptasi dengan manusia selama 70 ribu tahun

Orang utan di Asia Tenggara dan Cina mengalami penurunan drastis sekitar 20.000 tahun yang lalu, mengakibatkan penyebaran mereka yang terbatas.
Kandungan gizi nasi dapat berkurang dengan meningkatnya level CO2 di udara. www.shutterstock.com

Perubahan iklim akan membuat kandungan gizi nasi berkurang

Meningkatnya level karbon dioksida menyebabkan kandungan vitamin dan nutrien dalam padi menurun. Ini bisa memperparah masalah kelaparan dan gizi buruk.
Perahu di bumi yang retak, metafora untuk perubahan iklim dan pemanasan global. Piyaset/Shutterstock

Perubahan Iklim

Mengatasi pemanasan global dapat mempercepat tercapainya SDG di Indonesia

Banjir dan longsor yang ratusan kali terjadi di Indonesia setiap tahun. Meniadakan isu perubahan iklim dalam pembangunan nasional dapat menimbulkan kerugian yang lebih besar di masa depan.

In English

Pilihan Editor

Mengapa kami beda

10 alasan

Paling banyak dibaca

  1. Dampak makan daging terhadap perubahan iklim sebenarnya tidak sebesar yang kita bayangkan
  2. Lautan penuh sampah plastik bukan kesalahan negara-negara berkembang
  3. Perubahan iklim picu longsor? Bagaimana cara mencegah longsor di Indonesia
  4. Mengatasi pemanasan global dapat mempercepat tercapainya SDG di Indonesia
  5. Mengapa gunung api meletus?

Tawarkan ide

Punya ide artikel untuk The Conversation?

Beri tahu kami

Pembaca kami

Jumlah pembaca The Conversation sebanyak 10,7 million pengguna setiap bulan, dan melalui Creative Commons republikasi menjangkau 38,2 million pembaca.

Mau menulis?

Tulis artikel dan jadi bagian dari komunitas yang terus bertumbuh bersama lebih dari 81.500 akademisi dan peneliti dari 2.776 lembaga.

Daftar sekarang