Orang utan Sumatra jantan di Taman Nasional Gunung Leuser, Sumatra. Don Mammoser/Shutterstock

Orang utan telah beradaptasi dengan manusia selama 70 ribu tahun

Orang utan di Asia Tenggara dan Cina mengalami penurunan drastis sekitar 20.000 tahun yang lalu, mengakibatkan penyebaran mereka yang terbatas.
Kandungan gizi nasi dapat berkurang dengan meningkatnya level CO2 di udara. www.shutterstock.com

Perubahan iklim akan membuat kandungan gizi nasi berkurang

Meningkatnya level karbon dioksida menyebabkan kandungan vitamin dan nutrien dalam padi menurun. Ini bisa memperparah masalah kelaparan dan gizi buruk.
Perahu di bumi yang retak, metafora untuk perubahan iklim dan pemanasan global. Piyaset/Shutterstock

Perubahan Iklim

Mengatasi pemanasan global dapat mempercepat tercapainya SDG di Indonesia

Banjir dan longsor yang ratusan kali terjadi di Indonesia setiap tahun. Meniadakan isu perubahan iklim dalam pembangunan nasional dapat menimbulkan kerugian yang lebih besar di masa depan.
Petani skala kecil amat rentan terhadap rawan pangan. Leah Samberg

Perubahan Iklim

Dunia makin dilanda kelaparan akibat perubahan iklim

Menurut PBB, kelaparan dunia meningkat pertama kali dalam 15 tahun. Selain mmemproduksi lebih banyak makanan, kita perlu melindungi petani skala-kecil dari perubahan iklim dan konflik bersenjata.

In English

Pilihan Editor

Mengapa kami beda

10 alasan

Paling banyak dibaca

  1. Apa yang menyebabkan kawanan paus kerap terdampar?
  2. Jika Anda mendaur ulang semua limbah plastik di dunia, Anda dapat membeli NFL, Apple dan Microsoft
  3. Mengapa gunung api meletus?
  4. Letusan Gunung Agung bisa menghasilkan tanah tersubur di dunia
  5. Mengatasi pemanasan global dapat mempercepat tercapainya SDG di Indonesia

Tawarkan ide

Punya ide artikel untuk The Conversation?

Beri tahu kami

Pembaca kami

Jumlah pembaca The Conversation sebanyak 10,7 million pengguna setiap bulan, dan melalui Creative Commons republikasi menjangkau 38,2 million pembaca.

Mau menulis?

Tulis artikel dan jadi bagian dari komunitas yang terus bertumbuh bersama lebih dari 78.200 akademisi dan peneliti dari 2.690 lembaga.

Daftar sekarang