Menu
Shutterstock

Peningkatan keahlian: resolusi Tahun Baru yang harus dimiliki setiap organisasi

Saat ini, keberlangsungan banyak organisasi bergantung pada rencana mereka pada pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan (artificial intelligence, AI) mutakhir untuk mengubah tempat kerja mereka menjadi lingkungan tertambah atau augmented environment.

Penelitian baru-baru ini oleh IBM menemukan bahwa dampak dari AI dan otomatisasi kecerdasan membuat 120 juta pekerja perlu mengembangkan keahlian baru atau bahkan dipindahkan dari perusahaan ke pekerjaan yang berbeda dalam tiga tahun ke depan. Setengah dari organisasi yang disurvei belum banyak berupaya dalam memikirkan kembali strategi pelatihan mereka untuk menyikapi urgensi ini.

Agar transformasi digital tersebut dapat terlaksana, organisasi harus menghindari strategi mencari bakat pekerja yang mahal, yakni “membeli, bukan membangun,” yang berarti memilih untuk merekrut tenaga baru yang mahal alih-alih melatih kembali karyawan mereka saat ini.

Oleh karena itu, ketika tahun 2020 dimulai, mereka perlu meluncurkan revolusi pelatihan ulang yang menempatkan pekerja mereka sebagai pusat dari transformasi digital, berfokus pada mereka sebagai manusia dengan kemampuan unik dan membantu mereka untuk berkolaborasi dengan teknologi baru.

ISTE.

Namun, apakah langkah tersebut membantu “revolusi pelatihan ulang” untuk memenuhi persyaratan masa depan kerja

Terdapat kebutuhan yang mendesak akan pendekatan pelatihan yang inovatif, bahkan disruptif yang melibatkan banyak jenis pembelajaran. Pelatihan dapat saja responsif, adaptif, personal, mobile, layanan mandiri atau sesuai permintaan, bersifat pengalaman, kolaboratif, sosial. Beberapa pelatihan harus tersedia pada saat karyawan membutuhkannya, ini juga disebut sebagai pelatihan-tepat-waktu, atau selama alur kerja berlangsung.

Beberapa metode pelatihan ini menggunakan pembelajaran berbasis permainan, atau gamifikasi, dan teknologi yang muncul, seperti simulasi, realitas tertambah (augmented reality), realitas virtual, realitas campuran atau realitas silang.

Tim pembelajaran dan pengembangan

Para ahli pelatihan akan membantu pekerja masa depan beradaptasi dengan perubahan digital yang tidak terhindarkan. Mereka ini termasuk tim pembelajaran dan pengembangan, atau disebut juga sebagai teknisi pembelajaran, desainer pengalaman pembelajaran, desainer instruksional, ahli teknologi pendidikan, ahli dalam pengembangan bakat dan organisasi, spesialis pembelajaran atau konsultan kinerja.

Apa pun namanya, mereka akan berada di garis depan dari pelatihan pekerja untuk berkolaborasi dengan teknologi untuk meningkatkan kinerja produktivitas dan bisnis.

Namun, tim-tim ini juga mengalami transformasi digital dan menghadapi masa depan yang tidak pasti. Mereka juga membutuhkan pelatihan.

Tim pembelajaran dan pengembangan juga perlu belajar banyak keahlian baru. (Unsplash)

Banyak yang memprediksi AI akan memiliki dampak yang cukup besar di bidang teknologi pendidikan. Keberadaannya dalam pendidikan diperkirakan akan tumbuh sebesar 43% pada 2022.

Penerapan AI dalam pendidikan termasuk profiling dan prediksi, penilaian dan evaluasi, sistem adaptif dan personalisasi akan pembelajaran dan sistem bimbingan belajar cerdas.

Blockchain, satu lagi teknologi yang disruptif, memiliki potensi untuk mengawasi pembelajaran seumur hidup dan rencana pembelajaran global. Seiring pembelajaran menjadi proses yang berkesinambungan dan berkelanjutan, blockchain dapat mendokumentasikan semua aktivitas pembelajaran dan mendokumentasikan semua aktivitas pembelajaran dan menghubungkan catatan pembelajaran di berbagai lembaga.


Read more: Transparency and privacy: Empowering people through blockchain


Hal ini dapat menyebabkan perubahan drastis dalam peran tim pembelajaran dan pengembangan untuk memasukkan, antara lain, menerapkan ilmu data atau data science dan analitik lanjutan hingga pembelajaran organisasi.

Biasanya, tim-tim ini memimpin pengembangan pengetahuan, keterampilan, dan kompetensi karyawan serta bekerja untuk meningkatkan keseluruhan talent pool dalam organisasi. Mereka juga memberi karyawan peluang untuk pertumbuhan pribadi, yang mendorong keterlibatan dan retensi.

Saat ini, tanggung jawab mereka telah berkembang dan difokuskan untuk membantu pekerja yang ada dan yang akan datang menemukan tempat mereka di tempat kerja masa depan. Mereka juga menjawab masalah penolakan terhadap perubahan bagi banyak orang, dari manajer hingga karyawan non-manajerial.

Kebutuhan akan peningkatan keterampilan seumur hidup

Sama dengan semua kelompok yang menanggapi transformasi digital, tim pembelajaran dan pengembangan harus mampu berkolaborasi secara etis, kritis, bertanggung jawab, dan berkelanjutan dengan mesin dan teknologi yang muncul.

Selain keterampilan teknis, mereka memerlukan kemampuan manusiawi yang unik yang mencakup kemampuan untuk bernegosiasi, memotivasi, membujuk, mengkoordinasi dan mengidentifikasi serta memecahkan masalah. Mereka diharapkan untuk mengambil inisiatif, menjadi pemikir kritis, kolaborator dan komunikator hebat, ingin tahu, kreatif dan mudah beradaptasi. Mereka, misalnya, akan membutuhkan pola pikir global, kecerdasan keanekaragaman dan empati.


Read more: In an AI era, lessons from dinosaurs help us adapt to the future of work


Peran tim pembelajaran dan pengembangan secara tradisional membutuhkan serangkaian pengetahuan dan keterampilan, namun tindakan diperlukan di seluruh dunia untuk membantu mereka berkembang dan mengembangkan kompetensi yang mencerminkan peran mereka yang berubah.

Untuk membantu organisasi mereka bersaing pada era digital, para profesional pembelajaran dan pengembangan harus sepenuhnya mencipta ulang diri mereka. Mereka perlu terlibat dalam pembelajaran berkelanjutan, untuk mengembangkan keterampilan baru, kemampuan baru dan memimpin perubahan.

Peningkatan keterampilan dan pelatihan ulang harus menjadi prioritas bagi tim-tim ini sehingga mereka dapat menentukan strategi pelatihan yang efisien untuk organisasi mereka.

Namun terdapat kesenjangan dalam literatur mengenai pelatihan, peningkatan keterampilan dan pembelajaran seumur hidup begitu para ahli ini berada di lapangan.

Kekayaan informasi

Pada era saat informasi dapat ditemukan di mana saja, jumlah buku, podcast, artikel majalah, blog, dan webinar berlimpah. Beberapa bisa diakses gratis; yang lainnya butuh pendaftaran. Hal ini tidak hanya memerlukan penanganan informasi yang sangat banyak, tapi juga menyaringnya secara kritis.

Konferensi juga menawarkan ruang pertukaran yang sangat baik bagi mereka yang mampu mengaksesnya. Banyak profesional pembelajaran dan pengembangan terlibat dalam percakapan di media sosial, berupaya aktif untuk tetap dekat dengan tren.

Tapi “strategi acak untuk tetap up-to-date” ini tidak didokumentasikan atau dipelajari dengan baik. Hal ini perlu diubah.

Branson telah lama memprioritaskan pemberdayaan pekerja. (AP Photo/Oded Balilty)

Richard Banson, pendiri Virgin Group, pernah berkata: “Urus karyawan Anda dan mereka akan mengurus bisnis Anda.” Saat ini, kami menambahkan, urus tim pembelajaran dan pengembangan Anda dan mereka akan mengurus karyawan Anda.

Untuk transformasi digital yang unggul, setiap organisasi harus menetapkan peningkatan kemampuan dan pelatihan ulang dari tim pembelajaran dan pengembangan mereka sebagai resolusi Tahun Baru 2020 yang penting.

Sebagian resolusi Tahun Baru tidak bertahan lama.

Namun yang satu ini perlu, dan harus.


Read more: Making New Year's resolutions personal could actually make them stick


This article was originally published in English

Want to write?

Write an article and join a growing community of more than 113,000 academics and researchers from 3,686 institutions.

Register now