Menu Close

Research and Development Agency of Indonesian Education and Culture Ministry

Research and Development Agency in Indonesian Education and Cultural Ministry is a group of government researchers working to encourage evidence-based policy in Indonesia.

Links

Displaying all articles

(ANTARA FOTO/Fauzan)

Sekolah boleh buka kembali pada tahun 2021: mengapa ini dilakukan dan apa yang perlu disiapkan

Kami sebagai peneliti di Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan mencoba memberi penjelasan mengapa pemerintah memutuskan membolehkan membuka sekolah kembali di tengah pandemi.
Tiga petugas kepolisian berjaga-jaga di dekat sebuah mobil yang terbakar dalam kerusuhan di kawasan pertokoan Bendungan Hilir, Jakarta pada tahun 1998. Kerusuhan ini juga menyulut konflik rasial dengan etnis Cina. ANTARA FOTO/Mosista Pambudi/aww

Mengapa sentimen negatif terhadap etnis Cina mengakar kuat di Indonesia

Etnis Cina di Indonesia kerap dihadapkan pada sentimen negatif. Hal ini berakar dari anggapan bahwa mereka adalah "orang luar" yang bukan bagian dari Indonesia
David Fairchild (middle) drinks coconut water during a break from research work in West Java. Fairchild, D. (1938). The World was My Garden: Travels of Plant Explorer. New York, London

Why the role of native Indonesians in developing science is often overlooked during colonialism

In the history of science, the role of local people often disappears despite their contribution to the development of science.
David Fairchild (tengah) sedang meminum air kelapa di sela penelitiannya di Jawa Barat. Fairchild, D. (1938). The World was My Garden: Travels of Plant Explorer. New York, London

Bagaimana perkembangan ilmu pengetahuan pada masa penjajahan melupakan peran orang pribumi

Di dalam sejarah ilmu pengetahuan, peran kelompok yang memungkinkan kolaborasi dilakukan antara ilmuwan Barat dan orang pribumi yang memiliki pengetahuan lokal dihilangkan dari narasi sejarah.
Anak-anak di Pantai Palipis, Mandar, Sulawesi Barat, membaca buku yang dibawa perahu pustaka Pattingalloang, yang termasuk dalam jaringan Pustaka Bergerak. Urwa/Pustaka Bergerak

Semangat membaca di pelosok menantang anggapan minat baca rendah

Media dan tokoh-tokoh di Indonesia kerap menuduh masyarakat Indonesia memiliki minat baca rendah. Tetapi pengalaman komunitas literasi yang membawa buku ke pelosok berkata lain.
School children read books at Palipis beach in Mandar, West Sulawesi. The books were brought by library boat. Pattingalloang, which was part of a network of moving libraries called Pustaka Bergerak. Urwa/Pustaka Bergerak

Disadvantaged Indonesians defy the perception that they’re not interested in reading

Indonesian politicians and public figures say Indonesians have a low interest in reading. But people in disadvantaged areas defy this perception; they always welcome new books with joy.

Authors

More Authors