Blog

The Conversation bergabung dengan CekFakta.com

Shutterstock

Sejak Rabu 30 Januari 2019, The Conversation Indonesia resmi bergabung dengan CekFakta.com—sebuah proyek kolaborasi yang bertujuan melawan maraknya penyebaran hoaks di masyarakat.

CekFakta.com diluncurkan hampir setahun lalu, tepatnya pada peringatan Hari Kebebasan Pers Sedunia pada 5 Mei 2018, oleh 22 media daring (online) dan Masyarakat Antifitnah Indonesia (Mafindo).

Media-media itu antara lain Tempo, Kompas, The Jakarta Post, Suara, KBR, Liputan6, Tirto, Detik, Katadata, Kontan, Viva, Beritasatu, Antara, dan Republika.

Mengapa kami bergabung?

“The Conversation melihat adanya kesamaan tujuan dengan CekFakta.com,” kata Ika Krismantari, Deputi Editor Eksekutif TC Indonesia. “Kami ingin mengisi ruang publik dengan konten jurnalistik yang berbasis pengetahuan yang bertanggung jawab, etis, dan didukung bukti.”

The Conversation sejak September 2018 telah mulai memeriksa kebenaran klaim dan pernyataan calon presiden dan calon wakil presiden menjelang Pilpres 2019. Artikel-artikel tersebut dapat dibaca di seri artikel Cek Fakta Pilpres 2019.

Metode periksa fakta kami: Pernyataan calon presiden dan calon wakil presiden dianalisis oleh para ahli di bidangnya, dan analisis itu kemudian diberikan kepada ahli lain untuk ditelaah. Telaah dilakukan tanpa mengetahui siapa penulisnya (blind review).

“Dengan dukungan 22 media di CekFakta.com, kami berharap amunisi kami akan lebih kuat dalam memerangi misinformasi dan disinformasi,” kata Ika.

Sementara itu, Pemimpin Redaksi Tempo.co Wahyu Dhyatmika mengatakan pada dasarnya CekFakta.com ingin menyatukan semua kekuatan positif dari media yang melakukan periksa fakta sesuai standar keberimbangan dan akurasi data.

“Hoax dan disinformasi adalah masalah kita semua, bukan cuma kekhawatiran satu-dua media saja. Karena itu, kami senang sekali ketika media dengan kredibilitas seperti The Conversation menyatakan ingin bergabung,” kata Wahyu.

Bergabungnya The Conversation, dengan jejaring penulis yang merupakan para akademisi baik dari dalam maupun luar negeri, diharapkan dapat memperkuat CekFakta.com. “Mereka bisa menjadi rujukan dan sumber informasi yang valid untuk memverifikasi berbagai hoaks,” kata Wahyu.

Wahyu mengatakan penyebaran hoaks, terutama saat mendekati pemilu, kini semakin mengkhawatirkan.

CekFakta.com diluncurkan pada peringatan Hari Kebebasan Pers Sedunia 5 Mei 2018 dan didukung oleh Asosiasi Media Siber Indonesia, Google, First Draft, dan Mafindo.