Artikel-artikel mengenai Riset

Menampilkan semua artikel

Beberapa laporan menyebut setidaknya 61 anak mati di Papua karena malnutrisi dan campak. Foto ibu dan anak di sebuah gereja Distrik Asmat, Papua, 22 Januari, 2018. Reuters/via Antara News Agency

Mengapa riset kesehatan jarang mempengaruhi kebijakan di Indonesia

Pembuat kebijakan seharusnya lebih baik mengkomunikasikan kebutuhan mereka kepada para peneliti. Dan peneliti seharusnya menyadari program dan area yang menjadi prioritas utama pemerintah.
Dalam keadaan tertentu, kucing bisa masuk kategori cair. John Benson/Flickr CC BY

Humor dan sains: apakah kucing benda cair?

Hadiah Ig Nobel Ig memberi hadiah pada riset yang membuat Anda tertawa, lalu berpikir. Menyelidiki meme di internet tentang kucing yang tampak cair cocok dengan Ig Nobel.
Dokter kerap bingung menjawab pertanyaan tentang penyebab kanker seorang pasien spesifik. Shutterstock

Apakah kanker itu hanya persoalan ‘nasib buruk’?

Belum lama ini dua peneliti menuliskan artikel kontroversial di jurnal bergengsi Science bahwa kanker hanya perkara nasib buruk. Apa iya? Lantas apakah ada gunanya kita bergaya hidup sehat?
Universitas Negeri Jakarta menjadi sorotan publik karena pihak universitas terkesan melindungi para terduga plagiator. Akhmad Fauzi via Wikimedia Commons

Plagiarisme di UNJ: persekongkolan akademisi dan politikus

Kampus masih lemah dalam berhadapan dengan kekuasaan politik. Sistem warisan Orde Baru menyisakan luasnya kontrol negara terhadap universitas.
Insularitas akademis berarti dosen-dosen ilmu sosial cenderung tertutup, hanya melakukan riset di disiplinnya saja, dan tidak mahir mengkomunikasikan risetnya ke publik. Shutterstock

Insularitas akademis membuat Indonesia tertatih dalam dunia riset sosial

Peneliti sosial Indonesia tertinggal dalam hal riset yang bisa membantu menjelaskan gejala di masyarakat. Peneliti yang berhadapan dengan mekanisme pasar menjadi salah satu penyebab.

Kontributor teratas

Lebih banyak