Bayi menangis saat diimunisasi difteri di satu klinik di Cibinong, Bogor, Jawa Barat, 5 Desember 2017. Antara Foto/Yulius Satria Wijaya/via REUTERS

Wabah difteri di Indonesia: antara vaksinasi dan antibiotik

Wabah difteri saat ini tidak disebabkan hal tunggal. Tidak diselesaikan dengan memaki orang tua antivaksin. Tapi juga soal distribusi vaksin yang baik dan antibiotik yang tak seampuh dulu.

Analisis dan Komentar

Masuk angin? Kerokan saja

Dari sudut pandang ilmiah, kerokan bisa jadi tidak masuk akal, tetapi ia tetap cara populer di beberapa negara Asia termasuk Indonesia. Hati-hati, kerokan bisa bikin ketagihan!

Siapa menghindari seks, dan mengapa?

Seks bagian penting kehidupan manusia, tapi banyak orang menghindarinya. Umumnya rasa takut, kekerasan di masa lalu, dan agama alasannya, tapi sebenarnya kesehatan Anda secara umum juga berpengaruh.

Analisis dan Komentar Lainnya

Diet

More

Kesehatan Jiwa

Lagi

Kesehatan Perempuan

Lagi

In English

Pilihan Editor

Acara

Lebih Banyak Acara

Mengapa kami beda

10 alasan

Paling banyak dibaca

  1. Wabah difteri di Indonesia: antara vaksinasi dan antibiotik
  2. Tanpa tujuh organ tubuh ini, Anda tetap bisa hidup
  3. Ketika banyak orang tua meragukan vaksinasi, penyedia layanan kesehatan harus bilang apa?
  4. Masuk angin? Kerokan saja
  5. Kisah inspiratif membebaskan orang dengan gangguan jiwa dari pasung di Kebumen

Tawarkan ide

Punya ide artikel untuk The Conversation?

Beri tahu kami

Pembaca kami

Jumlah pembaca The Conversation sebanyak 5 juta pengguna setiap bulan, dan melalui Creative Commons republikasi menjangkau 35 juta pembaca.

Mau menulis?

Tulis artikel dan jadi bagian dari komunitas yang terus bertumbuh bersama lebih dari 60.200 akademisi dan peneliti dari 2.241 lembaga.

Daftar sekarang