Universitas Padjadjaran

Padjadjaran is a state university in Bandung, Indonesia. It was founded in 1957 to answer society’s demand for a university that provides a wide range of disciplines. Bandung was the host for Asia-Africa Conference in 1955.

The name “Padjadjaran” is taken from the name of the Kingdom of Sunda, by King Siliwangi or King Dewantaprana Maharaja Sri Baduga Pakuan Padjadjaran (1473-1513 AD).

Links

Displaying 1 - 20 of 22 articles

Indonesia mengumumkan ‘perang melawan sampah plastik di laut’ pada tahun 2016 setelah penelitian baru-baru ini menjuluki negara tersebut sebagai produsen limbah terbesar kedua di dunia. www.shutterstock.com

Indonesia perlu lebih banyak penelitian dampak sampah plastik di laut

Pentingnya memperbanyak penelitian untuk menyediakan bukti kepada perusahaan dan pemerintah tentang urgensi menjaga laut bebas dari sampah plastik.
Indonesia announced ‘war against marine plastic debris’ in 2016 as a recent study dubbed the country as the second largest waste producer in the world. www.shutterstock.com

Indonesia needs more research on how plastic waste in the ocean impact marine life. Here’s why

Indonesia is struggling to keep its waste from the oceans. The government has announced ambitious plan to curb plastic waste. However, lack of research to support the policy.
Sumpah jabatan Bacharuddin Jusuf Habibie sebagai Presiden Indonesia, menggantikan Suharto setelah pengunduran dirinya. B.J. Habibie: 72 Days as Vice President

Menyisir jejak politik Habibie dan kontribusinya pada demokrasi dan gerakan antikorupsi di Indonesia

Habibie lebih banyak dikenal melalui perannya dalam bidang kedirgantaraan dan perkembangan sains di Indonesia. Tapi Habibie juga memiliki peran penting dalam tranformasi politik di Indonesia.
Calon presiden Prabowo Subianto (ke-dua dari kiri) bersama wakilnya Sandiaga Uni (kanan) beramah tamah dengan petahana Joko “Jokowi” Widodo (ke-dua dari kanan) dan wakilnya Ma'ruf Amin dalam debat pemilihan presiden tanggal 13 April yang lalu. Bagus Indahono/AAP

Debat pilpres pamungkas: baik Jokowi dan Prabowo terjebak teori dan retorika

Kedua pasangan memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing, namun yang jelas kualitas debat kali ini terlihat menurun.
Presidential candidates Joko Widodo (L) and Prabowo Subianto (R) shake hands during a debate among candidates in Jakarta, Indonesia, 17 February 2019. EPA/Adi Weda

Incumbent Jokowi wins against Prabowo in Indonesia’s second presidential debate: experts respond

Prabowo Subianto spoke in normative terms and failed to criticise Joko Widodo's work.
Petahana Joko Widodo (kiri) bersalaman dengan penantang Prabowo Subianto dalam Debat Calon Presiden, 17 Februari 2019. EPA/Adi Weda

Jawaban dua capres kurang substantif, tapi Jokowi lebih kuat dalam debat kedua: respons akademisi

Capaian yang disampaikan oleh Joko Widodo tidak mampu dikritisi oleh Prabowo Subianto yang cenderung bicara pada tataran prinsip saja.

Research and Expert Database

Authors

More Authors