Sains Sekitar Kita

Menyingkap penjelasan sains sehari-hari, mulai dari perubahan iklim hingga apa yang terjadi saat kita jatuh cinta.
Sains punya peranan—dan penjelasan—dalam hampir setiap hal di hidup kita. Dengarkan Sains Sekitar Kita dan tambah wawasan Anda mengenai sains, mulai dari soal perubahan iklim hingga apa yang terjadi saat kita jatuh cinta. Diproduksi bersama KBR.

Episode-episode paling baru

Sains Sekitar Kita: Tips-tips hidup produktif dan seimbang dari 6 ilmuwan kondang

Sains Sekitar Kita: Tips-tips hidup produktif dan seimbang dari 6 ilmuwan ternama.

Menjadi ilmuwan berkelas lebih dari bakat. Mereka adalah pekerja keras. Ilmuwan-ilmuwan aneka cabang ilmu ini telah menembus batas-batas baru yang memungkinkan ilmu pengetahuan maju centi demi centi. Apa rahasia produktivitas mereka? Kami menghimpun aneka tip dari para saintis agar hari-hari Anda lebih produktif dan juga sehat! Selain membaca yang jadi menu wajib mereka, ada yang senang naik gunung…

6 Pembawa Acara : Berry Juliandi, Dharmawan Adi Purnama, Dian Fiantis and 3 other

Sains Sekitar Kita: Potensi energi angin di Indonesia begitu besar, mengapa kincirnya harus kecil

Sains Sekitar Kita: Energi terbarukan.

Angin punya posisi penting bagi sejarah panjang peradaban manusia. Sekitar 7000 tahun lalu, angin tercatat telah memutar baling-baling kapal di sepanjang Sungai Nil di Mesir. Di Cina, 200 tahun sebelum Masehi, hembusan angin telah memutar kincir sederhana dan membantu petani memompa air. Sejak abad ke-20, angin telah menggerakan turbin dan menghasilkan listrik untuk rumah di Eropa dan Amerika Utara…

1 Pembawa Acara : Adi Surjosatyo

Sains Sekitar Kita: Kisah Adi Utarini untuk melenyapkan demam berdarah

Dia satu dari sedikit sekali ilmuwan yang juga musisi.

Adi Utarini adalah satu dari sedikit sekali ilmuwan yang juga musisi! Memainkan musik klasik dan rock progresif sembari mengajar, meneliti, dan menanggulangi demam berdarah yang mematikan itu. Guru Besar Kesehatan Masyarakat Universitas Gadjah Mada ini memimpin Eliminate Dengue Project di Yogyakarta. Dari Kota Gudeg, proyek ambisius kelas dunia sedang berlangsung: mencoba menjadikan Demam Berdarah…

1 Pembawa Acara : Adi Utarini

Sains Sekitar Kita: Hati-hati tinggalkan jejak digital di belantara Internet

Indonesia membutuhkan Undang-Undang Perlindungan Privasi.

Langkah Cambridge Analytica memanen data pribadi secara ilegal lebih dari 50 juta pengguna Facebook untuk kepentingan tim kampanye Presiden Amerika Serikat Donald Trump pada 2016 menunjukkan data digital begitu penting. Dan setiap kita menggunakan Internet akan meninggalkan jejak digital seperti telapak kaki meninggalkan jejak saat melewati tanah basah. Sinta Dewi Rosadi, Guru Besar Hukum Teknologi…

1 Pembawa Acara : Sinta Dewi Rosadi

Sains Sekitar Kita: Dian Fiantis, perempuan pemburu abu vulkanis dari Andalas

Menghitung kesuburan tanah.

Dian Fiantis adalah ahli tanah dan pemburu abu gunung api. Guru Besar Universitas Andalas Padang Sumatra Barat itu telah mengumpulkan abu vulkanis setelah Gunung Merapi, Kelud, Sinabung, dan Krakatau meletus. Dia dan timnya mengambil abu vulkanis yang belum terkena hujan. Dari penelitiannya tentang abu vulkanis, 6 artikel ilmiah telah diterbitkan jurnal internasional. Dengan 129 gunung api aktif, Indonesia…

1 Pembawa Acara : Dian Fiantis

Sains Sekitar Kita: Strategi bakteri 'kuda troya' Wolbachia lenyapkan demam berdarah

Teknik baru melawan nyamuk demam berdarah.

Demam berdarah tiba pertama di Surabaya pada 1960-an. Kini, virus yang diperantarai nyamuk Aedes aegypti ini telah menyebar di seluruh kabupaten di Indonesia. Termasuk di Yogyakarta. Indonesia berada di peringkat kedua di dunia dan pertama di Asia Tenggara dalam kasus demam berdarah. Kerugian akibat demam berdarah, setidaknya mencapai Rp 3,1 triliun per tahun. Serangga kecil ini adalah ancaman buat…

1 Pembawa Acara : Adi Utarini

Sains Sekitar Kita: Mengapa narasi politik identitas menguat menjelang pemilu?

Perlu menafsir ulang nasionalisme.

Setiap pemilihan umum, kebanyakan politikus Indonesia masih menggunakan isu agama dan kesukuan sebagai jurus utama. Mengantisipasi untuk pemilu serentak tahun depan, Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) sampai harus mewanti-wanti adanya potensi kerawanan sosial. Dikhawatrikan, para kandidat saling lempar retorika politik identitas demi meraih suara pemilih. Peneliti senior demografi politik dari Lembaga…

1 Pembawa Acara : Riwanto Tirtosudarmo

Sains Sekitar Kita: Jatna Supriatna, naturalis yang blusukan di pedalaman Sulawesi

Penemuannya monyet hibrida.

Begawan biologi konservasi dan naturalis terbaik yang dimiliki Indonesia adalah Jatna Supriatna. Jurnalis Amerika pemenang Penghargaan Pulitzer Thomas L Friedman menjuluki Jatna Supriatna sebagai "Nabi Nuh" pada masa modern. Temuannya mengenai hibridisasi spesies di Sulawesi membetot perhatian dunia. Kerajaan Belanda memberikan penghargaan Officer of the most Excellence Order of Golden Ark kepada ahli…

1 Pembawa Acara : Jatna Supriatna

Sains Sekitar Kita: Mengapa Jawa lebih subur dibanding Sumatra? Petunjuknya ada di abu gunung api

abu vulkanik menyimpan banyak cerita.

Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda erupsi 576 kali pada Sabtu lalu, dengan tinggi letusan mencapai 100-500 meter dari puncak kawah. Letusan ini memuntahkan abu vulkanis, pasir, lontaran batu pijar, dan suara dentuman. Anak Krakatau merupakan satu dari 129 gunung api aktif di Indonesia. Letusan gunung adalah fenomena alamiah yang berulang dan tidak perlu dikhawatirkan berlebihan selama penduduk di…

1 Pembawa Acara : Dian Fiantis

Sains Sekitar Kita: Bahaya mikroplastik di balik konsumsi harian kita

Dampak plastik terhadap kesehatan.

Plastik adalah anak kandung Revolusi Industri yang bergemuruh di tanah Eropa pada abad ke-19. Penemunya, Alexander Parkes dari Inggris, pernah menciptakan perkakas dapur berbahan plastik. Peminatnya banyak. Tapi sayang plastik generasi pertama itu masih kelewat mahal dan mudah retak. Penemuan plastik kemudian disempurnakan oleh ilmuwan-ilmuwan berikutnya. Sampai akhirnya era kejayaan plastik dimulai…

1 Pembawa Acara : Muhammad Reza Cordova

Sains Sekitar Kita: Bukit karst dan fakta yang selama ini jarang diketahui

Karst adalah gudang penyimpan air

Sekitar 15% dari luas daratan di Bumi berupa perbukitan karst. Di Indonesia, menurut riset ahli biologi Reuben Clements pada 2006 , luas wilayah karst mencapai 14,5 juta kilometer persegi, yang tersebar dari barat hingga timur negeri ini. Dari jumlah itu hanya 5% yang dilindungi. Karst adalah gudang penyimpan air yang teramat vital untuk pertanian dan rumah buat biota yang bahkan belum pernah kita…

1 Pembawa Acara : Dian Fiantis

Sains Sekitar Kita: Kisah Sangkot Marzuki, perintis riset biologi molekuler di Indonesia

Dia membangkitkan riset biologi molekuler melalui Lembaga Eijkman.

Selama 22 tahun, Profesor Sangkot Marzuki memimpin Lembaga Eijkman, pusat riset biologi molekuler di Indonesia yang berperan penting mendorong penyelidikan DNA. Dia dan koleganya membangun pusat riset ini dari nol pada awal 1990-an, karena lembaga ini sebelumnya telah ditutup sejak gonjang-ganjing politik 1966. Bersama lembaga ini Sangkot merupakan pakar biologi molekuler paling berpengaruh di Indonesia…

1 Pembawa Acara : Sangkot Marzuki

Sains Sekitar Kita: Kunci eko wisata adalah pemberdayaan masyarakat

Wisata berkelanjutan.

Di atas kertas, pariwisata berbasis lingkungan alias eko wisata membawa sejuta manfaat yang dapat diringkas dalam kondisi lestari alamnya, sejahtera warga sekitarnya, dan tercerahkan pengunjungnya. Eko turisme terbukti meningkatkan populasi harimau di India. Satu riset menyebut jenis wisata ekologi ini berdampak baik juga pada burung makaw hijau besar di Costa Rica, burung hering mesir di Spanyol…

1 Pembawa Acara : Ani Mardiastuti

Sains Sekitar Kita: Blockchain, teknologi cerdas digital anti pencurian

Transfer uang secepat mengirim pesan via WhatsApp.

Teknologi digital melahirkan blockchain, sebuah sistem pembukuan besar yang terdistribusi dengan password terenkripsi sehingga data di dalamnya sulit diubah oleh orang lain. Pencatatan dilakukan oleh satu pihak, tapi data pencatatan itu disebar dalam jaringan yang memiliki akses teknologi ini. Semua orang punya data yang sama dan transparan. Nah ini membuat transaksinya lebih cepat dan aman. Dengan…

1 Pembawa Acara : Febrio Kacaribu

Sains Sekitar Kita: Kisah dramatis Rumphius, ilmuwan buta dari Barat, pencatat ribuan tanaman di Ambon

Peneliti botani tiga ratus tahun lalu di Ambon.

Nama Georgius Everhardus Rumphius kurang dikenal dibanding ahli botani kondang Alfred Wallace, yang melahirkan Garis Imajiner Wallace di bumi nusantara. Seperti kisah Wallace, Rumphius, ahli botani kelahiran Jerman yang bekerja untuk VOC di Hindia Belanda pada masa kolonial ini, mencatat ribuan halaman tentang Ambon yang dibukukan dalam enam jilid. Dia juga pionir riset botani di nusantara, bahkan…

1 Pembawa Acara : Sangkot Marzuki

Sains Sekitar Kita: Misteri kelelawar bagi kehidupan manusia

Kelelawar membantu penyerbukan, tapi juga membawa penyakit.

Indonesia mempunyai 200 dari total 1.100 spesies kelelawar di dunia. Hampir seperlima ada di sini. Tapi dua di antaranya, spesies Otomops Johstonoi dari Alor Nusa Tenggara Timur dan Neoptenus Trostii di Sulawesi, nyaris punah. Hewan ini luar bisa. Kelelawar ukuran besar sanggup terbang lebih dari 100 kilometer per hari dan bermigrasi rerata 1000 kilometer per musim. Kelelawar lain, segede jempol saja…

1 Pembawa Acara : Srihadi Agung Priyono

Sains Sekitar Kita: Ancaman stunting di Indonesia dan cara mengatasinya

Bahaya kurang gizi kronis bagi masa depan negara.

Satu dari tiga bayi di bawah lima tahun (balita) di Indonesia Indonesia terkena stunting alias kekurangan gizi kronis akibat kekurangan asupan gizi sejak dalam kandungan. Di Indonesia ada 9 juta anak yang menderita stunting. Penyebab langsungnya terkait konsumsi makanan dan penyakit, khususnya infeksi. Stunting bukan hanya perkara kekurangan gizi kronik yang menyebabkan tubuh-tubuh bayi jadi pendek…

1 Pembawa Acara : Ahmad Syafiq

Sains Sekitar Kita: Saat ilmu sosial makin relevan di dunia digital

Algoritme membutuhkan analisis dari ilmuwan sosial.

Ilmu sosial pada era digital justru menemukan ladang yang subur dalam penyelesaian masalah yang tidak bisa diselesaikan oleh ilmu-ilmu komputer. Sebab, secanggih apa pun algoritme, perilaku manusia dan masyarakat membutuhkan penjelasan dari ilmuwan sosial seperti psikologi, sosiologi, antropologi, dan ilmu sosial lainnya. Bahkan ilmu bahasa makin dibutuhkan untuk mengenali pola-pola komunikasi di media…

1 Pembawa Acara : Suharyo Sumowidagdo

Sains Sekitar Kita: Indikasi dan dampak buruk kecanduan ponsel

Candu digital ini bisa menurunkan produktifitas.

Kecanduan telepon pintar melanda banyak orang segala usia setelah alat elektronik ini harganya begitu murah sehingga terbeli oleh semua kelas ekonomi. Dari bangun tidur sampai menjelang tidur lagi, jari tidak lepas dari layar ponsel. Bila tidak dikendalikan, candu digital ini bisa menurunkan produktifitas dan merusak kehidupan sosial. Firma riset konsumen DSCOUT dalam studinya menyebut kita mengklik…

1 Pembawa Acara : Dharmawan Adi Purnama

Sains Sekitar Kita: Membongkar mitos-mitos tentang pengasuhan bayi

pentingnya memahami gizi bagi anak pada usia emas.

Banyak mitos yang beredar terkait dengan pengasuhan bayi yang bisa berdampak buruk bagi anak dalam jangka panjang. Salah satunya, dulu, orang tua memberikan makanan padat seperti bubur dan pisang untuk bayi berusia dua bulan agar kenyang. Padahal, pencernaan bayi belum bisa mencerna makanan padat dan pemberian makanan terlalu dini itu dapat menyebabkan kolik pada bayi yang bisa berakhir kematian. Ahli…

1 Pembawa Acara : Sandra Fikawati

Sains Sekitar Kita: Roby Muhamad dan penjelajahan dari fisika ke sosiologi

Mengapa sains tidak bisa memberikan peringatan krisis pada 1998?

Masalah manusia di atas bumi begitu kompleks. Pemanasan global, terorisme, konflik sosial, krisis air, kerusakan lingkungan, kemiskinan, dan masalah lainnya tidak bisa diselesaikan dengan satu pendekatan. Ilmu pengetahuan kini membuka diri untuk kolaborasi mencari jalan penyelesaikan atas masalah terkait manusia. Pendekatan interdisipliner dan teori kompleksitas, yang menggunakan pendekatan ilmu sosial…

1 Pembawa Acara : Roby Muhamad

Sains Sekitar Kita: Mengapa keragaman pangan di meja makan begitu penting?

Keamanan pangan menjadi isu di tengah perubahan iklim

Mayoritas masyarakat Indonesia mengkonsumsi nasi sebagai makanan pokok. Penyeragaman makanan nasi selama pemerintah Orde Baru, baik di Pulau Jawa maupun luar Pulau Jawa, telah "mematikan" keragaman sumber pangan lokal. Karena bahan makanan non-nasi seperti ubi dan uwi-uwian tidak laku di meja makan, dengan sendirinya bahan-bahan makan lainnya kurang diperhatikan dan akhirnya tidak lagi dibudidayakan…

1 Pembawa Acara : Ahmad Sulaeman

Sains Sekitar Kita: Hibridisasi binatang dari Wallacea

Temuan Wallace di Hindia Belanda menjadi dasar teori evolusi.

Keanekaragaman hayati di Indonesia bagian tengah, yang dikenal sebagai kawasan Wallacea, mengukuhkan bahwa bumi nusantara adalah laboratorium hidup terbaik untuk mempelajari evolusi di dunia. Kawasan tersebut terkenal setelah naturalis Inggris Alfred Russel Wallace menjelajah di kawasan tersebut pada abad ke-19. Dia membawa sekitar 125 ribu spesimen sejarah alam yang terdiri dari serangga, burung…

1 Pembawa Acara : Jatna Supriatna

Sains Sekitar Kita: Kisah Herawati Sudoyo jatuh cinta pada riset DNA

Dia meletakkan dasar pemeriksaan DNA forensik kasus terorisme.

Hanya dalam tiga belas hari, identitas pelaku pengeboman di depan Kedutaan Besar Australia di Jakarta, terungkap. Empat belas tahun silam, bom yang menewaskan 9 orang dan melukai lebih dari 150 orang itu sempat membuat polisi kesulitan mencari identitas pelaku bom bunuh diri yang hancur berbarengan ledakan bom. Herawati Sudoyo dan timnya dari Lembaga Biologi Molekuler Eijkman, yang dimintai bantuan…

1 Pembawa Acara : Herawati Sudoyo

Sains Sekitar Kita: Bagaimana memprediksi letusan gunung api secara akurat?

Prediksi gunung meletus untuk menghindari jatuhnya korban.

Seratus tiga puluh lima tahun lalu Gunung Krakatau meletus begitu dahsyat sehingga menyebabkan perubahan iklim global. Saat itu permukaan bumi sempat gelap selama dua setengah hari akibat debu vulkanis yang menyelimuti atmosfer. Sinar mahatari redup hingga enam bulan setelah letusan tersebut. Setidaknya 36 ribu orang di sekitar gunung tersebut tewas kala itu. Mengapa letusan bisa begitu dahsyat dan…

1 Pembawa Acara : Mirzam Abdurrachman

Sains Sekitar Kita: Abad manusia bikin bumi makin panas, di laut ada jawaban

Manusia sebagai aktor yang sangat mempengaruhi bumi.

Perubahan iklim sebenarnya alamiah bagi planet bumi. Misalnya, iklim bumi pada periode Cretaceous sekitar 144 juta tahun lalu jauh lebih hangat daripada saat ini. Keadaan yang berubah itu memicu makhluk di planet ini beradaptasi walau sebagian berakhir mati. Sebaliknya planet ini juga pernah mengalami beberapa kali zaman es. Ada empat kali zaman es dalam 500 ribu tahun terakhir. Selama periode ini…

1 Pembawa Acara : Intan Suci Nurhati, Ph.D.

Sains Sekitar Kita: Dari gen terungkap tak ada manusia pribumi Indonesia

Cerita percampuran DNA manusia nusantara dari berbagai belahan dunia.

Dari DNA bisa diketahui bahwa tidak ada 100% persen orang pribumi di Indonesia. Karena itu, bila ada politikus atau tokoh masyarakat yang menggunakan propaganda "lebih utamakan pribumi" untuk jabatan publik, dia sedang berilusi bahwa seolah-olah ada orang atau anggota masyarakat yang "murni pribumi". Riset biologi molekuler telah mengungkap campur baur genetik manusia Nusantara sudah terjadi selama…

1 Pembawa Acara : Herawati Sudoyo

Sains Sekitar Kita: Dampak olahraga terhadap kinerja otak

Olahraga berdampak besar terhadap kinerja otak.

Bila Anda besok akan ujian di universitas atau perusahaan, berolahragalah sehari sebelumnya. Jangan malah ngebut belajar sehari semalam suntuk. Anda perlu istirahat setelah berolahraga agar otak lebih baik menyimpan materi yang Anda pelajari. Mengapa? Aktifitas olahraga makin meningkatkan aliran darah yang membawa nutrisi dan bahan kimiawi yang dibutuhkan oleh sel memori otak. Makin banyak olahraga…

1 Pembawa Acara : Berry Juliandi

Sains Sekitar Kita: Saat algoritme mengendalikan pilihan di internet

Sistem algoritme bekerja di balik mesin pencari dan aplikasi di dunia maya.

Anda mungkin sering didatangi oleh iklan digital atau promosi tiket pesawat setelah suatu hari Anda memesan tiket via online. Lain waktu halaman ponsel Anda dipenuhi dengan promosi sepatu dan film terbaru yang baru saja Anda lihat di internet tapi belum jadi Anda beli. Bagaimana internet bekerja, seolah-olah sistem itu tahu apa yang hendak kita cari dan kesukaan kita di dunia maya? Itulah pekerjaannya…

1 Pembawa Acara : Roby Muhamad

Sains Sekitar Kita: Bagaimana orang bisa jatuh cinta?

Sains Sekitar Kita: Jatuh cinta. CC BY-ND16,9 MB (download)

Banyak mitos berserakan di masyarakat dan membutuhkan sains untuk menjelaskannya secara ilmiah dan rasional. Karena itu, mulai pekan ini setiap Senin pagi The Conversation Indonesia bekerja sama dengan Kantor Berita Radio (KBR) merilis podcast audio Sains Sekitar Kita. Kami mengemasnya dengan gaya jurnalistik radio. Kami menjamin isinya mudah dipahami dan enak didengarkan. Sains Sekitar Kita menghadirkan…

1 Pembawa Acara : Berry Juliandi

Image 1519363136.jpg?ixlib=rb 1.1