Menu Close

Perdana University

Links

Displaying all articles

Petugas kesehatan menyuntikan vaksin COVID-19 kepada orang lanjut usia di Istora Senayan, Jakarta, 8 Maret 2021. ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto/foc

Mengapa vaksinasi COVID-19 swasta di Indonesia perlu kita dukung?

Perdebatan perlu tidaknya vaksin mandiri tidak akan mengemuka jika program vaksinasi berjalan dengan kecepatan yang diharapkan untuk mencapai _herd immunity_ dalam jangka waktu yang ditargetkan.
Train passengers carried out a COVID-19 detection test with the GeNose C19 screening at Pasar Turi Station, Surabaya, February 15, 2021. ANTARA FOTO/Didik Suhartono/rwa

Indonesian-made COVID-19 breathalyser sensitivity comparable to RT-PCR

GeNose C19 works like an electronic nose which generally mimicks the mechanism of human nose. It recognizes an object characterized by a distinctive response patterns detected by a sensory system.
Calon penumpang kereta api melakukan tes deteksi COVID-19 dengan tes GeNose C19 di Stasiun Pasar Turi, Surabaya, 15 Februari 2021. ANTARA FOTO/Didik Suhartono/rwa

Riset: GeNose C19, hidung elekronik pendeteksi virus corona sensitivitasnya sebanding tes PCR

Dalam situasi pandemi yang tidak terkendali, strategi yang memberikan dampak besar adalah mendeteksi kasus positif sebanyak mungkin sehingga mereka dapat segera diisolasi.
Petugas tenaga kesehatan bersiap untuk didekontaminasi usai bertugas di Rumah Sakit Darurat COVID-19 Wisma Atlet Kemayoran, Jakarta, 12 November 2020. ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat/nz

4 prinsip kebijakan pengendalian pandemi COVID-19 cukup jelas: mengapa sulit terwujud di Indonesia

Dalam situasi tertentu seperti pandemi, negara boleh membatasi hak-hak individu seseorang atau suatu masyarakat, dengan tujuan untuk mencegah kerugian (_harm_) bagi masyarakat secara umum.
Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Andika Perkasa (kanan) menerima hasil uji klinis tahap tiga obat baru untuk penanganan pasien COVID-19 dari Rektor Universitas Airlangga Mohammad Nasih di Jakarta 15 Agustus 2020. ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra/wsj

Skandal riset Unair: bolehkah KSAD perintahkan prajurit jadi “kelinci percobaan” uji klinik obat COVID-19?

Dalam riset obat, prinsip altruisme sangat kental dalam memutuskan keikutsertaan peserta uji klinik. Prinsip ini menggariskan adanya kemauan untuk berkorban dan berbuat baik untuk sesama.
Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Penny Kusumastuti Lukito (kedua kiri) menyatakan hasil uji klinik tahap tiga obat kombinasi baru untuk COVID-19 dari Universitas Airlangga, TNI AD, dan Badan Intelijen Negara belum valid, Jakarta, 19 Agustus 2020. ANTARA FOTO/Nova Wahyudi/foc.

7 persoalan serius dalam uji klinik calon obat COVID-19 dari riset Unair, BIN, dan TNI AD

Untuk menghindari kesalahan serupa, universitas dan pihak yang bekerja sama harus mengikuti proses ilmiah standar sehingga dapat menjamin akuntabilitas penggunaan dana publik untuk riset.
Laboratorium Bioscientia Healthcare GmbH di Ingelheim, Jerman, 23 April 2020, mampu mengetes 3.500 spesimen per hari untuk mendeteksi coronavirus dengan tes PCR. EPA/RONALD WITTEK/AAP

Mustahil 10.000 tes RT-PCR per hari, Indonesia perlu segera mengkarantina terpusat PDP, ODP dan OTG COVID-19

Pemerintah kecamatan, kabupaten, dan provinsi harus mengidentifikasi bangunan dengan aula besar, atau bahkan rumah-rumah penduduk dengan ukuran besar untuk mengkarantina semua kasus ODP, OTG dan +RT.

Authors

More Authors