SMERU Research Institute

SMERU is an independent institution for research and public policy studies which professionally and proactively provides accurate and timely information, as well as objective analysis on various socioeconomic and poverty issues considered most urgent and relevant for the people of Indonesia.

The institute has been at the forefront of the research effort to highlight the impact of government programs and policies, and has actively published and reported its research findings. The work expanded to include other areas of applied and economic research that are of fundamental importance to contemporary development issues.

Links

Displaying 1 - 20 of 47 articles

Walaupun ibu yang menyusui bayinya, berapa bulan bayi diberi ASI dipengaruhi oleh interaksi ibu dengan orang dekat ibu, iklan susu, dan kebijakan tempat kerja dan pemerintah. Anek.soowannaphoom/Shutterstock

Pemberian ASI eksklusif di Indonesia baru capaian semu, ini tanggung jawab siapa?

Selain pengaruh iklan, nenek memiliki kapasitas untuk mempengaruhi keputusan ibu untuk menyusui anaknya secara eksklusif.
Pemerintah di bawah Presiden Joko “Jokowi” Widodo tampaknya benar-benar serius untuk memindahkan ibu kota Indonesia ke luar Jakarta. www.shutterstock.com

Menggugat logika pemerintah memindahkan ibu kota negara

Rencana pemerintah kurang matang karena logika di balik dua alasan yang dipakai untuk memindahkan ibu kota ke luar Jakarta–pemerataan dan daya dukung Jakarta–masih lemah.
Sistem demokrasi bisa hadir di Indonesia tanpa adanya toleransi. Lima belast tahun setelah bencana tsunami di Aceh, beberapa pemeluk agama yang berbeda menghadiri makam korban yang dibangun oleh umat muslim. www.shutterstock.com

Jakarta dan Yogyakarta demokratis tapi intoleran: Mengapa ini bisa terjadi di Indonesia?

Hubungan antara toleransi dan demokrasi perlu kita pikirkan ulang
Vice-president candidates Ma'ruf Amin (L) and Sandiaga Uno (R) during their debate in Jakarta, Indonesia, on 17 March 2019. Adi Weda/EPA

It’s a draw. In Indonesia’s vice-presidential debate, both candidates fail to offer relevant programs

We contacted four academics to provide analysis of the candidates' visions and program planning. They all concluded that nobody won the debate.
Kedua calon wakil presiden (cawapres)–Ma'ruf Amin (kiri) dan Sandiaga Uno–berpose dalam debat pemilihan presiden putaran ketiga yang menghadirkan kedua cawapres. Adi Weda/EPA

Dalam debat cawapres, baik Ma'ruf maupun Sandiaga gagal tawarkan program yang menjawab masalah

Dari empat akademisi yang kami hubungi, semua sepakat tidak ada pemenang dalam putaran debat kali ini. Kedua kandidat tidak menawarkan program-program yang relevan menjawab permasalahan masyarakat.

Research and Expert Database

Authors

More Authors