Menu Close

Eijkman-Oxford Clinical Research Unit (EOCRU)

EOCRU was established in 2008 by a memorandum of understanding between the Eijkman Institute for Molecular Biology (EIMB) and the University of Oxford, as an embedded unit of the EIMB. These institutions now collaborate in clinical, laboratory, and field research on infectious diseases of public health importance in Indonesia. EOCRU is directed by Prof J. Kevin Baird and comprises three research groups and five supporting service groups.

The Eijkman-Oxford Clinical Research Unit (EOCRU), with its Indonesian hosts and partners, aims to collaboratively develop and pursue a research agenda of relevance to Indonesian healthcare providers and their patients. We are especially committed to infectious diseases that impose burdens of preventable or treatable morbidity and mortality in Southeast Asia, including tuberculosis, malaria, and other emerging and neglected infections. EOCRU’s vision is to compose an important and highly active centre of biomedical research excellence, with our hosts and partners, focusing on opportunities to improve the prevention, diagnosis, and treatment of these endemic infections by conducting robust randomized clinical trials that may directly impact practice and improve the health outcomes in Indonesia and the region.

Links

Displaying all articles

Petugas kesehatan berjalan di antara pasien positif COVID-19 yang baru tiba di Rumah Sakit Darurat COVID-19 (RSDC), Wisma Atlet, Kemayoran, Jakarta, 5 Mei 2021. ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat/wsj

COVID-19 berpotensi turunkan fungsi pendengaran pasien

Lokasi pemeriksaan pendengaran yang didedikasikan untuk pasien COVID-19 dapat menjadi salah satu alternatif.
Seorang perempuan berolahraga naik sepeda di halaman Jakarta International Velodrome, 10 April 2021. ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja/aww.

Riset: pada 2019 perempuan Indonesia kehilangan waktu 36 juta tahun untuk hidup sehat

Individu, keluarga, masyarakat dan pengambil kebijakan bersama-sama mencegah risiko kematian dengan mengubah perilaku, pola konsumsi, dan membelanjakan anggaran untuk menunjang hidup sehat.
Lebih dari 100 peneliti dunia hadir untuk mempromosikan penelitian karbon rendah kepada pembuat kebijakan dalam Pertemuan Tahunan Jejaring Kerja Riset Rendah Karbon Asia di Bogor, Jawa Barat. (ANTARAFOTO/Jafkhairi)

Bagaimana ilmuwan bisa bantu rumuskan kebijakan berbasis bukti yang diterima secara politik

Pengadopsian riset dan bukti ilmiah oleh pembuat kebijakan sering terhambat tiga hal: durasi jabatan politik yang pendek, realita ekonomi dan politik, serta komunikasi riset yang kurang membumi.
Aparat pemerintah memperingatkan penduduk yang mengabaikan perintah jaga jarak skala besar, mereka masih berkumpul di area pasar di Jakarta, pada masa wabah virus corona. Edwin Dala/INA Photo Agency/Sipa USA/AAP

Indonesia belum punya kurva epidemi COVID-19: kita harus hati-hati membaca klaim pemerintah kasus baru melambat

Pemerintah perlu secara terbuka dan transparan menyampaikan data jumlah pemeriksaan PCR dan lamanya waktu pemeriksaan untuk setiap provinsi dan kabupaten/kota untuk membuat kurva epidemi.
Para penumpang yang mengenakan masker tiba di bandara saat petugas menyemprotkan disinfektan untuk cegah COVID di terminal kedatangan Bandara Soekarno-Hatta Tangerang, 13 Maret 2020. REUTERS/Willy Kurniawan/AAP

Mobilitas penduduk meluaskan zona merah COVID-19: larangan mudik dari Jokowi harus diperkuat pengawasannya

Seberapa besar dampak dari mudik masyarakat terhadap kenaikan jumlah kasus dan penyebaran COVID-19 perlu segera diteliti.
Muslim tetap menjaga jarak antarorang untuk hindari penularan coronavirus saat salat Jumat di sebuah masjid di Surabaya, 20 Maret 2020. EPA/FULLY HANDOKO

3 fakta yang jarang dilihat di balik tingginya persentase kematian COVID-19 di Indonesia

Penghitungan tingkat kematian di Indonesia tidak mencerminkan kenyataan di lapangan karena jumlah kasus positif yang dilaporkan diperkirakan jauh dari angka yang sebenarnya terjadi di masyarakat.
A nurse looks out of the isolation room for patients infected with COVID-19 at Undata Hospital, Palu, Central Sulawesi, Indonesia March 3, 2020. EPA/OPAN BUSTAN

Without major intervention, Indonesia could have 71,000 COVID-19 cases by April’s end

Massive COVID-19 rapid testing is starting this week in the several cities and regencies of coronavirus hot spot of Jakarta, West Java and Banten focusing on vulnerable groups.
Seorang perawat memandang dari ruangan isolasi untuk pasien terinfeksi COVID-19 di Rumah Sakit Undata Palu, Sulawesi Tengah, 3 Maret 2020. EPA/OPAN BUSTAN

Penularan COVID-19 di Indonesia bisa tembus 11-71 ribu akhir April jika tak ada intervensi cepat

Pertumbuhan COVID-19 yang begitu cepat juga terjadi di Italia, Iran, dan Korea Selatan. Ada kemungkinan orang terinfeksi namun belum terdeteksi atau tidak melapor.

Authors

More Authors