Menu Close

Articles on Agama

Displaying 1 - 20 of 44 articles

Murid bisa memahami agama teman-teman mereka dengan lebih baik jika mendapatkan pendidikan tentang agama-agama dunia dan cara pandang yang beragam. (Shutterstock)

Demi dunia yang aman untuk anak, sekolah perlu ajarkan tentang beragam agama dan cara pandang: berkaca dari Australia

Mengajarkan anak tentang keberagaman agama dan pandangan, terutama yang ada dalam lingkungan sosial mereka, bisa membantu meredam prasangka buruk terkait agama yang seringkali kita lihat di media.
Bisakah Tuhan melakukan perjalanan lebih cepat dari kecepatan cahaya? robert_s/Shutterstock

Bisakah hukum fisika menyangkal Tuhan?

Jika Tuhan dapat melanggar hukum fisika, mengapa kita tidak melihat bukti bahwa hukum pernah dilanggar di alam semesta?
Kelompok Muslim membakar obyek yang menggambarkan Nupur Sharma, dalam sebuah demonstrasi di Karachi, Pakistan. AP Photo/Fareed Khan

Mengapa negara-negara mayoritas Muslim cepat merespons dugaan penistaan agama, tetapi sering mengabaikan pelanggaran terhadap hak Muslim minoritas?

Seorang akademisi Islam menulis tentang bagaimana otoritarianisme yang meluas di negara-negara Islam memengaruhi kebijakan luar negeri mereka terhadap minoritas Muslim di luar negeri.
Sekumpulan anak muda berpartisipasi dalam Jakarta Climate Strike pada tahun 2019. (The Conversation Indonesia/Luthfi T. Dzulfikar)

Khalifah di bumi: bagaimana anak muda Muslim di Indonesia memperjuangkan isu lingkungan berlandaskan nilai agama

Banyak aktivis muda Muslim di Indonesia berpegang teguh pada nilai agama untuk mengemban tugas sakral untuk menjaga lingkungan. Kini “green Islam” menjadi agenda penting kaum muda dunia.
Demonstran melakukan unjuk rasa menolak PKI di depan Istana Merdeka, Jakarta. Protes serupa dari kalangan agama juga pernah terjadi pada tahun 1965. ANTARA FOTO/Rosa Panggabean/aww/16.

Pendekatan humanis gereja Katolik pada tahanan politik terduga komunis pasca 1965

Penelitian doktoral saya menunjukkan bagaimana gereja Katolik memiliki cara yang berbeda dalam menanggapi isu 1965 ini dengan menggunakan pendekatan yang humanis.

Top contributors

More